“Aku adalah penguasa jalan ini, kalian harus serahkan seluruh dompet dan apa pun yang kalian miliki dan kalian boleh melewati jalan ini tanpa membawa barang - barang berharga apa pun.” Tentu saja Faqih yang mendengar perkataan itu hanya tersenyum berusaha untuk bersabar, dia lalu berkata, “Maaf. Selama aku lewat jalan ini sejak seminggu yang lalu kok rasanya baru pertama kali ini di hadang oleh sampeyan. Sedangkan sebelumnya kami aman – aman saja, sampeyan salah alamat sepertinya dengan mengaku - ngaku sebagai pemilik dari jalan ini.” “Aku memang memiliki banyak daerah kekuasaan dan baru kali ini aku memeriksa kembali, jalan ini juga adalah bagian dari daerah kekuasaanku dan lalu aku bertemu dengan kalian berdua. Tentu saja ada pajak yang harus selalu di berikan kepadaku untuk tetap bi

