Ta'aruf #1

1724 Kata

Gus Topa berjalan menuju Pesantren Nurul Hidayah diikuti di belakangnya ada Faqih yang baru saja melewati ujian terakhirnya yang ternyata sang pengujinya adalah Gus Topa sendiri, juga ada Kyai Rahman yang senantiasa bersikap tenang namun selalu bersiap siaga dalam segala keadaan. Saat mereka memasuki halaman pesantren, di sana terlihat Gus Nadi yang duduk di sebuah kursi depan sebuah bangunan yang fungsinya sebagai Kantor Administrasi Pondok. Terlihat Gus Nadi tersenyum lebar saat melihat tiga orang berjalan menuju ke arah dirinya, semakin dekat senyuman itu kini malah berubah menjadi tawa. Yang ikutan tertawa saat itu hanyalah Gus Topa seorang, Kyai Rahman cuma tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia maklum saja melihat sahabatnya itu tertawa. Sebenarnyalah sejak awal di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN