Suasana pagi yang seharusnya di desa terasa indah untuk dinikmati secara tak terduga dan begitu tiba-tiba berubah menjadi ramai dengan suara hiruk pikuk penduduk Desa Jengkol yang berteriak-teriak 'kebakaran'. Faqih dan Kyai Rahman yang saat itu sedang menikmati segelas kopi dan sepiring singkong di teras rumah langsung memanggil salah seorang di antara orang - orang yang sedang berlarian tengah menuju ke tempat yang diduga tempat terjadinya kebakaran itu. Faqih kemudian bertanya kepada orang tersebut rumah siapakah yang terbakar? dan selanjutnya orang yang dipanggil tersebut menjawab kalau rumah yang terbakar itu adalah rumahnya Pranajaya, gurunya, yang secara otomatis berarti sekaligus membakar pula padepokan Emperyan miliknya. Dengan keterangan yang mereka dapatkan dari lelaki terse

