*** Dengan terbakarnya Padepokan Emperyan maka berakhir sudah kisah kegemilangan Padepokan tersebut dalam mengukir prestasi di setiap pertandingan bela diri yang diadakan di Kota Blitar dan sekitarnya. Keruntuhan dari Padepokan itu yang berupa puing-puing kayu bekas terbakar sudah dibersihkan oleh seluruh warga Desa Jengkol secara bergotong-royong, tetapi belum di ambil tindakan atau rapat bersama dari seluruh warga untuk membicarakan soal kelanjutan apa yang akan mereka lakukan terhadap tanah bekas Padepokan itu. Hal tersebut tentu saja wajar mengingat ketika Padepokan itu terbakar mereka tidak menemukan adanya korban yang ikut terjebak dalam peristiwa kebakaran pagi itu, menjadi sebuah tanda tanya besar apakah Pranajaya masih hidup ataukah dia sudah mati dalam peristiwa kebakaran besa

