*** Nyai Pamitri menggoyang-goyangkan tubuh Bagas dengan kuat, membuat Bagas langsung terbangun dan bangkit dari tidurnya yang nyenyak. Matanya menatap kosong Nyai Pamitri untuk sejenak, selama beberapa detik keduanya saling tatap hingga Bagas kemudian tersadar kalau hari ini dia ada janji dengan Nyai Pamitri untuk mulai menjadi muridnya, belajar ilmu silat dan ilmu kedigdayaan dari beliau. "Maafkan aku, Nyai. Aku kesiangan. Mungkin karena obrolan semalam hingga larut yang membuatku jadi kurang tidur." Nyai Pamitri tak menjawab atau berkata apa-apa sepatah kata pun, dia hanya berbalik dari hadapan Bagas lalu kembali asyik dengan kegiatan memasaknya. Bagas langsung bergegas ke bagian belakang rumah tersebut untuk secepatnya mandi. DInginnya air hutan yang lebat itu membuat matanya lan

