"Hai, apa kabar, Mas?' tanya Pamitri pada Prayoga. Sebuah basa - basi semata. Pranajaya duduk agak menjauh. "Baik, Pamitri. Kamu sendiri?" Prayoga menjawab juga sekali pun dia memang merasakan kalau kata - kata Pamitri barusan memang tak lebih basa - basi belaka. "Baik juga. Jadi Mas menerimaku?" Pertanyaan Pamitri yang tiba - tiba itu membuat Prayoga kaget dan tak mengerti maksudnya. "Menerima apanya?" tanya Prayoga dengan polosnya, dia benar - benar tak tahu apa yang di tanyakan oleh Pamitri. "Memangnya Mas Prana nggak menceritakan pada Mas Prayoga?Atau bagaimana?" Pamitri cukup kaget mendapat respon demikian dari pujaan hatinya, Prayoga. "Tentu saja sudah. Prayoga telah menceritakan semuanya. Dan aku merasa senang mendengarnya." "Terima kasih, Mas. Akhirnya Mas mau menerima cint

