Meyra masih berdiri mematung, bingung harus memberi jawaban akan ungkapan Kio yang tiba-tiba. Bahkan ia sendiri bingung dengan perasaannya. Benarkah ia juga menyukai Kio? "Kio, aku ..." "Seperti ini? Sudah benar?" "Hm? Maksudnya?" Meyra mengerutkan kening, tak memahami pertanyaan yang Kio lontarkan. "Just a practice." Pria itu bangkit lalu menepuk celana yang sempat terkena debu. Kotak cincin kembali di simpannya dalam saku. Kio belum bisa menerima jika Meyra menolakkanya, maka ia memutuskan untuk menunggu sedikit lagi. "Ohh, syukurlah. Kamu bikin aku kaget ..." Meyra mengalihkan pandangan, 'sok' sibuk mengelap tangan padahal ia masih harus menuangkan adonan pada sepuluh cup lain. "Maaf, aku cuma ingin latihan. Lagipula masih banyak yang harus disiapkan. Bunga favoritnya, juga bon

