Meyra berusaha membaca apa yang tersirat pada ekspresi Lodi. Sedari tadi Lodi hanya diam, entah fokus atau menyerah. Sementara dua wanita di depannya makin penasaran. "Sorry, Meyra." Hanya itu yang Lodi ucapkan tak lama kemudian. "Gak bisa?" tanya Meyra, ia memandang Oliv yang tampak sama kecewanya. "Bisalah. Gini doang." Lodi tertawa melihat Meyra dan Oliv secara bergantian. "Bahkan aku bisa temukan lebih dari ini," lanjut pria itu. "Lodi, please ya. Sini balikin ponsel Oliv," cegah Meyra saat mengetahui wajah sekretaris Nathan itu mulai tegang. Hanya Oliv yang tahu, terdapat foto-foto aib yang tak ingin ia tunjukkan pada orang lain. Bukan dengan kostum panas atau adegan syur. Hanya hasil kegabutan yang ia jepret setiap harinya, termasuk kebiasaan ia memotret wajah bantalnya s

