Axel berdiri ketika melihat Nathan mendekat ke arahnya. Atasannya itu datang tepat pukul tiga sementara ia sepuluh menit lebih awal. Nathan memintanya duduk. "Bagaimana? Apa yang kau dapatkan?" tanya Nathan to the point. "Nomor itu terdaftar atas nama Tristan, Pak. Mahasiswa dua puluh tahun, semester tiga jurusan Matematika di Kampus WG." 'Mahasiswa dua puluh tahun? Prita berselingkuh dengan berondong?' tanya Nathan dalam hati. "Hanya itu informasi yang kau dapatkan?" "Dia tinggal bersama pamannya yang bersama Lucas." "Lucas? Usia?" "Dua puluh sembilan tahun, Pak. Pria blasteran Indonesia Belanda tapi juga memiliki darah Jepang." Nathan tak bisa menahan senyum kecutnya. Benang kusut yang sempat mengganggu pikirannya perlahan terurai. Prita tak pernah berubah, bahkan mungkin wan

