“Ya, ya, aku tahu.” Ester menjawab antusias. “Kemarin aku melihatnya bersama seorang pria kaya ke toko bunga.” Ferdy melirik Ilona. “Oh ya? Memangnya kenapa? Kamu masih naksir dia ya?” “Bukan. Bukan begitu, Ester. Aku hanya heran saja dia bisa dapat pria kaya dari mana. Pria itu masih muda dan tampan. Dia pemilik perusahaan properti baru di Surabaya.” Ester melirik Ilona dengan hati-hati dan cemas. “Siapa nama pria itu?” “Aku tidak tahu.” “Oh, tidak mungkin kamu tidak tahu, Fer.” Ester tampak penasaran. Dalam hati dia berharap bukan Erick. “Sungguh, aku tidak tahu. Hei, aku mengundang kalian datang besok malam ke acara grand opening klub baru milikku.” “Oh, asyik!” seru Ester yang gampang teralihkan. “Hei, kamu, Ilona. Datang ya.” Ferdy tersenyum pada Ilona. “Aku akan mengajakny

