BAB 28

1654 Kata

Kematian Kamila memberikan duka yang mendalam bagi Arun meski dia pun ingin Kamila segera pergi karena perasaannya yang tersiksa melihat orang yang disayanginya kesakitan terus menerus. Namun, di sisi lain pria berwajah manis itu juga merasa lega. Dia tidak perlu mengurusi Kamila karena ya, tidak bisa dipungkiri kalau hatinya masih tertuju pada Ilona. Mantan kekasih yang masih dirindukannya. Setelah menguburkan jenazah Kamila, Arun sempat menatap beberapa saat Ilona yang datang bersama Erick dan Melodi. Dan tatapan Arun itu terlihat jelas di mata Dion meskipun mata Arun ditutupi kacamata hitam. “Ayo, kita pulang.” Erick menggandeng tangan Melodi dan Ilona menggandeng tangan Melodi yang lain. Mereka berjalan melewati pohon-pohon besar yang tampak angker untuk sampai di parkiran mobil. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN