Putri Kecilku

1168 Kata
Usia Tasya kini menginjak dua tahun.Tasya, gadis kecil yang sangat lucu dan pintar.Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Raina akan memiliki anak secantik dan sepintar Tasya.Ditambah lagi dia memiliki suami yang sangat mencintainya,menerima buah hatinya dan juga menerima segala kekurangannya. Baginya itu adalah sebuah anugerah yang tak terindah dalam hidupnya. Tasya kini sedang berada di kamar ditemani nenek buyutnya bermain boneka.Raina menghampiri putrinya itu ke kamar Tasya untuk mengajaknya makan siang. " Tasya sayang... Tasya kau dimana ayo makan dulu sayang " Panggil Raina " Dimana anak itu " Raina terus saja mencari putri nya itu " O iya dia kan lagi bersama nenek di kamarnya " Ucap Raina menepuk jidatnya Raina pun segera menuju kamar sang putri, dan benar saja putri kecilnya itu sedang bermain dengan nenek buyut nya. " Sayang ayo makan dulu berhenti dulu mainnya " ucap Raina " Nanti dulu mama tacya macih mau main dulu " ucap gadis kecil itu yang masih cedal " Iya sehabis makan nanti mainnya di lanjut lagi, apa kau tidak lapar ? " " Ayo sayang makan dulu, benar kata mama mu nanti kita sambung main lagi oke sekarang kita makan dulu " ucap nenek buyut nya " Emm... oke tapi tacya mau makan naci goleng ya ma " " Iya sayang sudah mama bikinin nasi goreng spesial buat tasya.sekarang ayo makan " " Yey makan naci goleng buatan mama" Tasya pun segera berdiri dan merentangkan kedua tangannya untuk minta di gendong " Mama gendong " ucap Tasya " Emmm... sudah besar kok masih minta digendong " " Ih tacya macih kecil mama " ucap anak itu sembari mengerucutkan bibirnya membuatnya sangat gemas " Iya sudah sini mama gendong " " Ayo nek kita makan bersama " ajak Raina kepada nenek Susi " Baiklah ayo " Raina pun menggendong Tasya dan segera menuju ruang makan bersama nenek Susi. " Oh iya sayang Reyga kemana sedari tadi pagi aku tidak melihatnya " " Reyga sedang pergi bersama kakek katanya ada keperluan mendadak tadi. mungkin sebentar lagi pulang nek " " Oke baiklah ayo kita makan " Disaat mereka sedang makan terdengar mobil masuk garasi " Nah itu pasti mereka " Ucap nenek Susi Kakek Anton dan Reyga berjalan menuju ruang makan dan melihat putri kecilnya berlari menghampirinya " Yey Papa pulang " Teriak Tasya dan berlari untuk memeluk sang papa " Hei sayang " Ucap Reyga sembari mencium pipi Tasya yang gembul " Tasya sudah selesai makannya " " Ini tacya lagi makan papa " " Selesaikan dulu makan mu sayang papa mau mandi dulu ya " Ucap Reyga mencium pucuk kepala sang putri " Oke papa " Sebelum itu Reyga pun menghampiri Raina terlebih dahulu dan mengajak Raina untuk pergi ke kamar " Ayo sayang kita ke kamar " bisik Reyga Raina pun langsung mengerti apa maksud suaminya itu mereka pun pergi ke kamar mereka.Sesampainya di kamar, Reyga pun segera mencium bau badan Raina.Aroma dari parfum Vanilla yang sering Raina pakai merupakan aroma favorit dari Reyga. "Sayang kau tidak mandi dulu " tanya Raina yang berada di dekapan Reyga. " Nanti saja sayang aku sangat lelah hari ini aku butuh vitamin dari mu " ucap Reyga tersenyum nakal " Kau ini " " Ayo sayang kita coba lagi ya aku mau anak cowok " " Tasya sudah besar sekarang. ya mau ya " " Tapi nanti kalau Tasya mencari ku bagaimana ? " " Tenang saja sayang dia sudah dengan nenek dia tidak akan mencari kita " " Tap... hmph.... " Sebelum Raina menyelesaikan kalimat nya Reyga terlebih dahulu melumat bibir merah milik Raina.Raina terkejut dan memukul d**a Reyga tapi apa daya tenaga Reyga jauh lebih besar membuat pasrah dengan ciuman sang suami yang terus menuntut. Reyga terus saja mencium bibir itu dan masuk kedalam mulut Raina bermain dengan lidah nya serta mengabsen seluruh gigi Raina didalamnya. Reyga pun segera mengendong sang istri dan membaringkannya di atas ranjang tanpa melepaskan pangutannya dengan posisi Reyga menindih Raina. Kemudian dia beralih mencium leher sang istri yang merupakan tanda kepemilikannya disana.Kismark yang diberikan Reyga pun begitu banyak dan membuat sang empu mengerang di bawah nya, untung saja kamar Reyga kedap suara. " Kau sangat cantik sayang " Ucap Reyga di sela - sela kegiatannya dengan suara serak " Jangan pernah tinggalkan aku ya "Ucap Reyga lalu memeluk ke ceruk leher sang istri " I'am yours baby " Reyga pun semakin bersemangat untuk melakukan kegiatannya. Setelah puas dengan kegiatan yang beberapa menit lalu mereka lakukan, kini pria itu tengah mencium kepala Raina dengan posisi Raina berada di dekapannya. Keduanya sama - sama merasakan kepuasan akan kegiatan penyatuan yang baru saja mereka lakukan. "Sayang terimakasih ya sudah mau menerima aku apa adanya terlepas dari masa laluku. Aku sangat beruntung memiliki suami sepertimu sayang " Ucap Raina " Sama - sama sayang, aku melakukan ini karena aku benar - benar mencintaimu, sangat sangat mencintaimu " "Aku mohon jangan pernah pergi dari hidupku ya aku tidak akan sanggup kalau aku harus kehilanganmu " " Kau dan Tasya sangat berarti dalam hidupku " " I love you sayang " Ucap Reyga mengecup bibir sang istri " I love you more honey " balas Raina. *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Setelah selesai mereka pun membersihkan diri mereka dan segera menuju ruang tamu. Mereka menuruni tangga dengan Raina menggandeng tangan Reyga layaknya sepasang pengantin baru. " Nenek dimana Tasya ? " tanya Reyga " Tasya sudah tidur di kamarnya baru saja nenek menidurkannya " " Oh begitu " Mereka menikmati waktu mereka bersama hingga tak terasa malam pun tiba. Kini Reyga dan Raina sedang dikamar Tasya untuk menemani anak itu tidur. " Sayang pakai baju tidurmu dulu " Ucap Raina memberikan baju tidur untuk Tasya " Iya ma " Raina pun segera memakaikan Tasya baju tidur. Setelah selesai Tasya pun beranjak ke tempat tidurnya dan seperti biasa Raina akan membacakannya dongeng untuknya. Disaat Raina akan membacakan dongeng Reyga pun membuka pintu kamar Tasya. " Putri papa kenapa belum tidur sayang ini sudah malam " tanya Reyga menghampiri keduanya " Ini tacya mau bobo papa " " Papa cini bobo tacya dan mama " Reyga pun tersenyum dan segera menghampiri keduanya.Kini ketiganya sudah tidur di atas kasur dengan posisi Raina di sebelah kiri, Tasya ditengah, dan Reyga di sebelah kanan. Kemudian Reyga pun teringat akan sesuatu " Sayang kalau besok lusa kita pergi berlibur apa Tasya mau ikut ? " tanya Reyga kepada Tasya " Kita libulan pah ? Kemana ? " " Iya, kita liburan Ke puncak apa kau mau ? " " Mau pah tacya mau banget....Yey kita akan ke puncak " Teriak Tasya dengan girang " Kapan kita akan kesana sayang ? " Tanya Raina " Sabtu besuk sayang.Kita akan menginap di Villa ku yang berada di puncak " " Mau ya ? " " Baiklah akan aku persiapkan semua nya besok " " Ya sudah sekarang Tasya tidur ya sayang sudah malam, Good night my princess " Ucap Reyga mencium pucuk kepala sang putri. " Good Night papa " Reyga dan Raina pun masih menemani sang buah hati mereka tidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN