Tamu

2285 Kata
Tidak terasa usia kandungan Raina kini memasuki 9 bulan dan itu artinya tidak lama lagi Reyga dan Raina akan menjadi orang tua.Kini Reyga dan Raina sedang berada di kamar mereka. " Sayang bukankah kandunganmu sudah berusia 9 bulan ? " ucap Reyga yang mengusap perut besar Raina " Iya sayang " ucap Raina menyentuh tangan sang suami " Berati tidak lama lagi aku akan bertemu putri kecilku sayang " " Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya " " Sabar sayang tak lama lagi rumah kita akan terdengar suara tangisan bayi " " Sehat sehat anak papa, dan ya jangan lama - lama ya keluarnya papa tidak sabar ingin bertemu denganmu " Disaat mereka asyik berbicara tidak beberapa lama ponsel Reyga pun berbunyi drtt...drtt " Sayang ada telefon " " Sebentar ya sayang " Reyga pun segera mengangkat telfon nya, dan yang menelfon itu adalah kakek dan nenek Reyga " Halo Kakek " "...." " Kabarku baik kakek apa kabar ? " "...." " Kabar istriku juga baik Kek " "...." " Benarkah aku sangat senang sekali mendengar hal ini dan Raina pun pasti suka " "..." " Baiklah kek Reyga tunggu ya " " Siapa sayang? apa dia kakek dan nenek ? " tanya Raina " Iya sayang apa kau tahu 2 hari lagi kakek dan nenek akan datang kemari dan dia akan tinggal bersama kita " " Benarkah itu? wah senang sekali rasanya. Aku jadi tidak kesepian lagi " " Hmm... memangnya kau kesepian ya" " Iyalah kalau kau di kantor kan aku sendirian, dan dengan adanya kakek dan nenek di rumah kita, rumah kita akan menjadi ramai ditambah lagi akan ada anggota baru wah akan sangat menyenangkan nanti pastinya " ucap Raina dengan antusias " Iya sayang " *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Di pagi hari Reyga dan Raina tengah asyik sarapan di meja makan. " Sayang kakek dan nenek kapan datang ? " " Hari ini, Pak Malik sedang menjemputnya di bandara " " Kenapa tidak kau saja yang menjemputnya tadi? " " Tadi aku repot sayang jadi aku minta tolong saja sama pak Malik hehe... " Ucap Reyga sembari menggaruk rambutnya yang tidak gatal " Hemm.... kau ini.Tapi kok lama ya belum sampai - sampai juga " " Mungkin tidak lama lagi sampai sayang. Tadi aku sempat menelfon kakek katanya dia mampir ke rumah temannya dulu " " Oh begitu " Tidak berapa lama terdengar suara mobil masuk ke Mancion Reyga " Itu pasti Kakek " Ucap Reyga " Ayo sayang kita sambut kakek dan nenek " Ajak Raina dengan antusias " Iya sayang hati - hati jalannya " Reyga dan Raina pun menyambut kedua orang yang berada di mobil itu " Reyga... " panggil nenek Reyga " Apa kabar nek " Ucap Reyga memeluk sang nenek " Kabar nenek baik " " Apa kabar kakek " " Baik sayang cucuku semakin gagah dan tampan sekarang " " Iya dong cucu siapa dulu dong cucu kakek " " Iya iya kau sama seperti almarhum papa mu saja " " Hehe... kek ini kenalin istri Reyga, sayang kemari lah " Raina pun segera menghampiri keduanya " Apa kabar kakek nenek " " Raina.... Kabar kami baik sayang " Ucap sang nenek " Wah ternyata menantu kita cantik ya mas " Ucap sang nenek " Iya sayang cucu kita memang tidak salah pilih " ucap kakek " Kakek dan nenek bisa saja " Ucap Raina malu " Lihat dia merasa malu " ucap nenek " Sudah lah jangan menggodanya nanti dia tambah malu dan besar kepala nanti " Ucap Reyga " Apaan sih " ucap Raina mencubit perut Reyga " Auhh... iya iya sayang maaf " " Udah Reyga jangan kau menggodanya " " Maaf ya sayang kakek dan nenek tidak datang sewaktu pernikahan kalian kami waktu itu ingin datang, tapi nenek mu ini masuk rumah sakit biasa lah penyakit tua " Ucap Kakek " Apa nenek baik - baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan kan nek ? " tanya Raina khawatir " Tidak apa - apa sayang sudah biasa seperti ini kalau nenek kelelahan pasti nenek langsung masuk rumah sakit" " Benar kata kakek mu penyakit tua" ucap nenek " Kalau begitu nenek harus lebih memperhatikan kesehatan nenek lagi Raina tidak mau nenek sakit lagi " ucap Raina memeluk sang nenek " Tu nek dengerin kata dokter Raina " Kata Reyga " Apaan sih " Ucap Raina malu - malu " Iya sayang iya makasih ya sudah perhatian kepada nenek " " Iya nek " " Ya udah ayo silahkan masuk nek kek "Ucap Reyga mempersilahkan mereka masuk Kakek Reyga bernama Anton dan Nenek Reyga bernama Susi. Kakek Reyga merupakan seorang pebisnis yang dapat membangun perusahaan PT Angkasa Grup. Setelah pensiun perusahaan itu diambil alih oleh anaknya almarhum papa Reyga yang sudah meninggal, dan sekarang perusahaan itu di pegang oleh sang cucu. Akhirnya mereka berempat pun masuk bersamaan dan melanjutkan sarapan yang tertunda. Setelah selesai sarapan Reyga dan kakek sedang di ruang belakang untuk bermain tenis meja bersama. Kakek Reyga sangat menyukai olah raga yang satu ini oleh sebab itu dia sangat pandai memainkannya. Sedangkan Raina dan sang nenek berada di dapur untuk membuatkan minuman dan camilan " Berapa usia kandungan mu sayang ?" " 9 bulan nek " " Wah berarti sebentar lagi kau akan melahirkan " " Iya nek mungkin beberapa hari lagi nek " " Baiklah nenek akan menemanimu sampai kamu melahirkan " " Terimakasih nek, nenek sangat baik kepadaku " " Sama - sama sayang " " O iya selama ini Reyga tidak menyusahkan mu kan ? " " Maksud nenek ? " " Ya siapa tahu dia menyusahkan mu biasanya anak itu selalu saja meminta ini lah itulah seperti anak bayi " " Tidak nek tidak sama sekali, malahan Reyga sangat perhatian terhadap Raina dan juga sangat sabar menghadapi Raina " " Justru Raina nek yang sangat menyusahkan dia " " Hemm... tidak sayang, itu sudah kewajiban Reyga untuk menjagamu " " Ya udah sayang ayo kita kasihkan minuman dan camilan ini ke mereka pasti mereka sudah kehausan sekarang " " Baik nek " Keduanya pun menuju ke halaman belakang dimana terdapat dua orang yang sedari tadi masih berolah raga " Minuman dan camilan datang " " Ayo diminum dulu pasti kalian lelah bukan ? " ucap nenek Susi " Nenek tahu saja kalau aku haus " " Udah ini minum dulu istirahat pasti kau lelah ni di minum " Ucap Raina memberikan segelas jus jeruk kepada Reyga " Makasih sayang " Reyga pun meminum nya " Diminum dulu mas " Ucap nenek memberikan minuman kepada kakek Anton " Makasih sayang " Mereka menikmati waktu bersama hingga tak terasa pun malam pun tiba.Kini Reyga,Raina,kakek Anton dan nenek Susi tengah asyik menyantap makan malam mereka. " Raina bisa kah kau ceritakan tentang mu ? " tanya nenek Susi " Raina tinggal dengan orang tua sudah sejak kecil nek , dan sejak 2 tahun yang lalu orang tua Raina meninggal karena kecelakaan pesawat sewaktu mereka pergi berlibur " " Sejak saat itu Raina hanya hidup sebatang kara dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan Raina sehari - hari " " Apa kau tidak memiliki saudara sayang ? " tanya nenek lagi " Tidak ada nek kedua orang tua Raina merupakan anak tunggal Raina juga" Ucap Raina dengan mata berkaca - kaca Melihat Raina seperti ini nenek Susi menjadi sangat kasihan ia pun segera memeluk Raina. " Sudah sayang jangan menangis lagi ini sudah takdir " " Mulai sekarang kau tidak boleh bersedih lagi nenek ada disini " " Terimakasih nenek, nenek sangat baik kepadaku aku sangat bersyukur sekali " " Iya sayang sama - sama " " Yah jangan menangis lagi sayang, kasihan baby kita " Ucap Reyga mengusap air mata Raina dan mengelus perut Raina Setelah makan malam selesai kini Raina sedang berada di dapur dibantu dengan bi Meli untuk membersihkan sisa makanan ,meninggalkan ketiga orang yang sedang asyik berbincang. Ketika orang yang sedang asyik berbincang di ruang tamu tiba - tiba.... prang..... Raina pun memecahkan satu piring yang ia pegang. Mendengar hal itu Reyga pun segera menghampiri Raina disusul dengan nenek dan kakek reyga.Betapa terkejutnya Reyga saat melihat Raina sedang tergeletak di lantai sembari menangis dan memegang perutnya " Astaga nyonya ada apa nyonya " tanya Bi Meli khawatir " Perut ku bi rasanya sakit sekali " Tak berselang lama Reyga dan kakek,nenek Reyga menghampirinya " Astaga sayang apa yang terjadi ? " Ucap Reyga khawatir " Auch... Reyga tolong aku.... perutku... perutku rasanya sakit sekali hiks.. hiks... " " Sakit ? " tanya Reyga panik " Iya.... se...sepertinya aku akan segera melahirkan " " Apa.... " Mendengar Raina yang terus berteriak kesakitan Reyga pun segera menggendong Raina dan berniat untuk membawanya ke rumah sakit akan tetapi cuaca di luar tiba - tiba saja buruk hal itu membuat Reyga menjadi panik akan keadaan Raina saat ini " Reyga apa kau yakin ingin membawa istrimu ke rumah sakit dengan cuaca seperti ini ? " tanya kakek Anton " Tapi kek Raina bagaimana ? " " Sudah bawa saja dia ke kamarmu biar nenek bantu persalinan istrimu " ucap nenek Susi " Apa nenek yakin ? " " Yakin sayang, apa kau lupa bahwa nenek dulu seorang perawat ? " Benar nenek Reyga dulunya bekerja sebagai seorang perawat dan tentu saja beliau sudah ahli dalam bidang ini. " Tapi nek... " " Sudah kau percaya saja dengan nenek, nenek janji istri dan putrimu akan baik - baik saja " " Percaya saja kepada nenek mu itu Reyga mereka akan baik - baik saja " Ucap sang kakek meyakinkan Reyga Reyga pun segera membawa Raina menuju kamar mereka " Sayang sakit...hiks...hiks... " " Iya sayang sabar ya nenek akan membantumu " ucap Reyga mencium punggung tangan raina " Kau yang kuat ya aku mohon " Reyga pun segera memanggil bi Meli maid di Mancion itu untuk mempersiapkan segala nya " Nenek sakit sekali, Raina tidak kuat nek hiks...hiks... " " Sabar sayang kau pasti kuat kau pasti bisa " Tak lama Reyga pun kembali dan segera duduk disamping Raina.Wajah Raina terlihat semakin pucat dan itu membuat Reyga semakin khawatir. "Semangat sayang kau pasti bisa " " Tidak sa..sayang ak...aku tidak kuat ini sangat menyiksaku "Ucap Raina terbata - bata " Sayang lihat aku hei... kau wanita yang kuat.Raina ku pasti bisa melewati semua ini ya? demi putri kita aku mohon bertahanlah " Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam terhitung sudah tiga jam Raina merasakan sakit namun bayi Raina belum juga lahir dan itu membuat sang nenek maupun Reyga sangat khawatir mengingat kondisi Raina yang sudah mulai pucat. Raina terus berjuang untuk melahirkan buah hatinya tak lama setelah itu nenek berkata... " Raina kepala anak mu sudah mulai terlihat " " Ayo sayang kau pasti bisa " ucap Reyga menyemangati " Dorong terus sayang sedikit lagi " Ucap nenek Susi sembari mengusap perut Raina " Akkhhh....... " Raina pun terus mengejan dan mendorong bayi nya dengan sekuat tenaga " Bagus sedikit lagi sayang " Nenek Susi terus mengusap perut Raina " Terus sayang kau pasti bisa pukul saja aku kalau kau tidak kuat menahan rasa sakitnya " " Tapi aku mohon bertahanlah " Ucap Reyga yang sudah meneteskan air matanya " Ayo dorong Raina sekali lagi " "Aakkhhh....." Eakkk..... Suara tangisan bayi terdengar di Mancion tersebut.Raina akhirnya berhasil melahirkan putrinya " Kau berhasil sayang " Disaat Reyga berbicara kepada Raina, Raina tak kunjung memberikan respon " Sayang kau kenapa hei ... " Reyga terus menepuk pipi Raina " Raina kau kenapa aku mohon jangan begini, jangan membuatku semakin khawatir sayang " hiks...hiks... " Nenek ada apa dengan Raina nek " Nenek Susi pun memeriksa keadaan Raina " Tenanglah Reyga, istrimu hanya pingsan kau tidak perlu khawatir " " Dia pingsan karena mengalami syok ini pertama kali dia melahirkan kau tenang saja, tidak lama lagi dia akan sadar " " Ya sudah sebentar ya, nenek akan membersihkan putrimu dulu " ucap nenek tersenyum kepada Reyga " Iya nek, terimakasih banyak nek terimakasih " " Iya sayang sama - sama sebentar ya" *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Reyga tengah mengendong putri nya itu.Kini Reyga dan Raina telah resmi menjadi sepasang orang tua dari putri kecil mereka, disaat asyik menggendong tiba - tiba saja putrinya itu kembali menangis di gendongan Reyga. Oh iya tentang nenek Susi beliau tengah tidur di kamarnya dikarenakan kelelahan telah membantu Raina dalam persalinan dan kakek Anton pun sudah melihat cicit nya yang baru saja lahir. " Hushh... sudah cup...cup...cup... sayang kau haus ya ? sabar ya sayang" " Mamamu masih belum sadar dari pingsan nya sabar ya" ucap Reyga yang terus mencium pipi anaknya itu Reyga terus saja menenangkan putrinya itu namun sang putri malah menangis semakin kencang, dan itu membuat telinga Reyga menjadi sakit.Mendengar suara tangisan bayi membuat Raina pun akhirnya tersadar dari pingsannya. " Sayang apa itu putri kita " Tanya Raina lirih " Oh syukurlah akhirnya kau sadar juga" " Tolong kau beri ASI mu kepada Tasya, sepertinya dia lapar " Reyga pun segera memberikan Tasya kepada Raina dan Raina pun segera membuka kancing bajunya untuk memberikan ASI kepada putrinya itu. " Tasya ? " tanya Raina " Iya sayang putri kita kuberi nama Tasya. Natasya Widya Putri. Kita panggil dia Tasya." " Apa kau suka dengan nama itu ? " " Nama yang bagus sayang aku suka " " Terimakasih sayang kau sudah berhasil melahirkannya " "Kebahagiaanku semakin bertambah dengan adanya Tasya.makasih ya sayang "ucap Reyga mengecup kening sang istri "Sama-sama sayang aku juga berterimakasih kepadamu karena telah menjadi Papa yang terbaik untuk Tasya " " Sama - sama sayang kita akan membesarkan nya bersama - sama " " I love you honey " Ucap Raina " I love you more my honey " balas Reyga mencium bibir merah milik sang istri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN