Terpesona?

2310 Kata

Mayang menatap pantulan dirinya di hadapan cermin besar yang ada di dalam walk in closet milik Shinta. Ia masih tidak percaya jika yang saat ini di tatapnya adalah benar pantulan wajahnya. "Gimana hasil makeup gue?" Shinta menaik turunkan alisnya menggoda Mayang. "Nggak kalah kan sama Benni Salemba?” Shinta kembali menyapukan sedikit perona pipi ke wajah Mayang. “Gue nggak yakin ini beneran muka gue Shin.” Dalam diamnya sedari tadi, Mayang seseungguhnya sedang mengucap banyak syukur memiliki sahabat sehebat Shinta Namira. Jari telunjuknya menyentuh pipi dan bawah bibirnya, memastikan jika semua ini bukan mimpi. “Kok bisa gue jadi cantik banget ya?” tanyanya bingung. “Ck… nggak usah sok merendah deh. Lo dari orok juga emang udah cantik May.” Shinta berdecak gemas. Kali ini ia sedang mem-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN