Mayang mengerjapkan matanya seraya menutup mulut dengan tangan kanannya untuk menahan kuap. Cahaya matahari pagi yang masuk dari sela-sela jendela menandakan bahwa sekarang sudah pagi. Merentangkan kedua tangannya ke atas untuk melemaskan otot-otot yang tegang, Mayang melirik ke sisi kiri dan seulas senyum geli pun terbit. Ane masih tidur, kaki kiri gadis kecil itu berada di atas perut ayahnya. Dan Erlangga tampak tak terganggu sama sekali, suara dengkurannya terdengar lirih dari celah bibir. Sepertinya ayah dan anak ini benar-benar kelelahan. Mayang bangkit perlahan dari tidurnya. Tidak ingin mengganggu Ane dan juga Erlangga yang masih beristirahat. Mengambil pakaian gantinya dari dalam lemari, ia pun melangkah ringan ke arah kamar mandi. Sekitar sepuluh menit kemudian, Mayang sudah sel

