“Jadi bagaimana?” tanya Ayara. “Bagaimana apanya?” tanya Adam, ia sengaja pura-pura tidak mengerti dan membiarkan Ayara kebingungan, sepertinya akan sangat menyenangkan mengerjai Ayara pikir Adam. “Siapa yang akan membayar makanan ini?” bisik Ayara, dengan mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan. “Kau … kau yang akan membayarnya, memangnya siapa lagi?” “Padahal di depanku ada seorang duda kaya raya, tapi entah kenapa harus aku yang mengeluarkan uang.” Ayara mencoba untuk berkelit, sebab ia tidak mau membayar tagihan restoran yang pastinya akan menguras tabungannya itu. “Padahal aku sedang berhemat.” desahnya pelan, sengaja memasang wajah sedih agar Adam kasihan padanya, dan kemudian Adam-lah yang akan membayar semuanya. Adam menggelengkan kepala, jika sudah melihat Ayara seperti ini,

