Warna yang Tak Terhapus

1341 Kata

Pagi itu, di dalam kamar utama yang luas dan beraroma antiseptik, Elena berdiri di depan cermin besar. Ia tidak lagi mengenakan gaun sutra yang membatasi geraknya. Ia telah memilih setelan blazer dan celana kain berwarna putih gading yang tajam, memberikan kesan otoritas yang dingin. Rambutnya disanggul rapi, dan ia memoles bibirnya dengan lipstik merah menyala—sebuah pernyataan perang yang mencolok di wajahnya yang pucat. ​Pintu walk-in closet terbuka dengan dentuman pelan. Julian muncul, sudah mengenakan setelan jas gelapnya yang sempurna. Langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok Elena. Suasana kamar yang tenang mendadak berubah menjadi tegang. ​"Ganti bajumu," perintah Julian dingin. Matanya menyipit, memindai penampilan Elena dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN