Antara Surga dan Badai

1284 Kata

Keheningan malam di kamar Elena yang luas terasa begitu kontras dengan badai emosi yang baru saja melanda. Di balik pintu yang terkunci, Julian tidak membiarkan Elena menjauh. Ruangan yang hanya diterangi lampu tidur temaram itu menjadi saksi bisu runtuhnya benteng pertahanan terakhir dari dua orang yang selama ini saling menyakiti demi melindungi ego masing-masing. ​Julian menarik tubuh Elena, menyandarkannya pada pintu kayu yang kokoh. Ia tidak lagi menggunakan kekuatannya untuk mengintimidasi, melainkan untuk mencari tumpuan. Ciumannya kini tidak lagi terasa menuntut atau posesif seperti di balkon tadi; kali ini, ciuman itu terasa lambat, hangat, dan penuh dengan permohonan ampun yang tak terucapkan. ​Setiap lumatan lembut Julian seolah menghisap sisa-sisa sesak di d**a Elena. Bibirny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN