mimpi

465 Kata
deringan telpon memenuhi suasana ruangan itu... drtdrtd...drtdrtd....drtdrtd.... "halo pa..gimana?" "nanti malam jam 7 direstoran livia...kita akan melamar putrinya untukmu..." "iya pa..." "alva..." "eh iya...kenapa pa..." "nggak ada...cuma papa agak terkejut..you know...tapi yasudahlah kamu sudah besar dan papa tahu kamu pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah dan akan melakukan yang terbaik dalam hidupmu..." "thank you pa..." "untuk" "sudah percaya sama alva" "sama-sama, sore ini papa akan ambil penerbangan ke Indonesia, sampai jumpa direstoran" "oke pa" varen segera menyelesaikan pelajaran nya dan ijin untuk tidak mengikuti pelajaran tambahan dirumah bram "bagaimana dengan Qonita ma?" "dia masih di kamar dan belum mau dijumpai" "acaranya jam 7 ma, jangan lupa siap-siap dan bilang untuk Qonita siap-siap juga, perintah Bram" "baik pa" dikamar.... dijodohkan dengan tiba-tiba dengan orang yang lebih tua dari nya dan tidak dia kenal membuat Qonita kesal dan marah tanpa tahu harus berbuat apa, hanya menangis lah yang dia bisa, dan tak terasa dia menangis lama karena menangis lama akhir nya dia tertidur.... "varen....ngapain lo ada disini?" "...." "varen jawab gue dong" "...." "trus lo ngapain pakai jas segala dan gue...gue kenapa pakai dress begini..." "...." "varen....varen jawab dong???" "...." "lo nggak mungkin kan datang kesini khusus buat menyaksikan gue nikah..." "...." "loh..... loh..... loh...ini gimana..." "suasana hening" Qonita dituntun ayahnya untuk menemui calon suaminya supaya akad segera dilaksanakan "gue nggak mau pa...gue beneran nggak mau...." "....." "kenapa semua orang jahat ya ke gue..." "loh kog....." akhirnya Qonita bangun dari mimpi nya... "ternyata cuma mimpi doang,,, syukurlah kalau begitu" tok..tok...tok... gedoran pintu membuat Qonita terbangun dari mimpinya "apaan sih" "Qonita....buka pintunya nak..." "nggak mau ma..males tau" "Qonita...ada yang mau mama bicara in sama Qonita nak" "yaudah tunggu bentar" ceklek.... "ada apa lagi ma" "Qonita...maafin mama dan papa ya...kami bukan maksud untuk menyembunyikan semuanya...mama juga baru tahu kalau keuangan perusahaan papa ada masalah...kalau tidak diselesaikan kita akan nggak punya apa-apa lagi nak...maafin mama ya" "ma...tapi kan Qonita tidak kenal laki-laki itu...jika dia bukan orang baik gimana ma...apa mama tega orang lain jahat sama Qonita...hikshiks" "nggak sayang...mama ada firasat bahwa lelaki yang mau dijodohkan sama Qonita orang baik...percaya deh sama mama ya" "nggak tahu lah ma" "nanti malam papa dan mama ada janji buat temuin keluarga dan orang yang akan dijodohkan dengan kamu sayang, kamu mau ikut???" "nggak deh ma" "loh...kenapa?" "aku nggak mau ma...lagian sudah mau nikah juga kok buat apa aku ketemu mereka??" "sayang... nggak boleh gitu...mereka kan akan jadi bagian keluarga mu nanti, masa kamu nggak mau kenal dengan mereka sih??" "nggak mau ma" "sayang...." "udah deh ma, kalau mama mau bujuk aku supaya ikut keacara itu aku nggak mau, mending mama keluar deh (Qonita menutup pintu dan menyuruh mama nya keluar dari kamar)" buuuuaaarrrr (suara pintu ketutup) "ya ampun....Qonita...maafin mama ya sudah buat kamu kecewa tapi ini semua demi kebaikan kamu nak"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN