Dijodohkan

592 Kata
"sampai dimana perbincangan kita tadi?" ungkap ayah Qonita "Ayah akan menjodohkan Qonita dengan nak Sebastian" ucap Ayah Qonita "hah...dijodohkan?? heran Qonita. ayah kenapa tiba-tiba mau jodohkan aku sih?? ayah harusnya bilang dulu atau setidaknya berdiskusi dulu denganku, gusar Qonita" "diam kamu qonita, kamu putri ayah dan ayah yang lebih tahu mana yang terbaik buat kamu, ngerti, ucap ayah Qonita" "hahahaha..... bagus...anak dengan ayah bertengkar dan akan aku hancurkan keluarga kalian sehancur-hancurnya supaya kalian merasakan apa yang aku rasakan dulu, batin Sebastian" "sialan laki-laki ini nekat banget menjodohkan Qonita dengan cowok b******n ini, lihat saja nanti akan gue bongkar kebusukan cowok b******n ini dan akan gue buat lo menyesal karena pernah ada niat menjodohkan Qonita dengan cowok b******n ini, batin Varen" "ayah nggak tau apa-apa tentang aku, ayah hanya tau tentang kerjaan ayah saja, apa-apaan ini???aku nggak mau dijodohkan sampai kapanpun apalagi dengan om tua bangka ini, Qonita berurai air mata pergi dari hadapan orangtuanya" "maafkan putri saya ya nak Sebastian, tidak seharusnya dia seperti ini,,dia biasanya adalah anak yang penurut, kata ayah Qonita" "bagus...lo minta maaf ke gue...gue pengen buat lo sampai memohon-mohon dikaki gue nanti....batin Sebastian. oh...iya tidak apa-apa pak, dia mungkin kaget karna mau dijodohkan dengan saya, apalagi usia saya lebih tua dari dia, kata Sebastian" "iya saya jarang berbicara dengan putri saya, jadi baru ini saya memberitahu padanya kalau saya berniat menjodohkan nak Sebastian dengan putri saya, ungkap ayah Qonita" "Varen yang sedari tadi melihat kejadian itu hanya bisa mengepalkan tangannya tapi dia tidak bisa ikut campur karena ada hal penting yang harus dia ketahui, dan dia sudah tahu apa rencana dari ayah Qonita menjodohkan putrinya dengan Sebastian. "Qonita keluar dari ruangan dengan berurai airmata dia tidak menyangka ayahnya tega menjodohkan nya untuk keperluan bisnis nya" "maaf ya nak Sebastian nanti saya akan berbicara dengan putri saya dirumah, ucap Ayah Qonita" "It's okay...mungkin dia hanya kaget karena mau dijodohkan...timpal Sebastian" "Bagaimana dengan yang kita bicarakan tadi ya nak masalah proyek tersebut, tanya ayah Qonita" "nanti kita bicarakan kalau saya sudah jadi menantumu, ucap Sebastian" "hahahahaha, Ayah Qonita hanya bisa tertawa dengan situasi tersebut" "pelayan tolong tuang lagi minuman nya, pinta ayah Qonita" "maaf pertemuan kita cukup sampai disini saya masih ada yang perlu diurus, ucap Sebastian" "terimakasih, kata ayah Qonita" "setelah ayah Qonita dan Sebastian berlalu varen lalu menghubungi orang kepercayaan nya dan meminta segala informasi tentang proyek malika" "sudah tau kan mau gimana?, kata Varen" "....." "saya mau infonya besok pagi" "...." "Qonita memilih menginap di apartemen daripada harus pulang kerumah, karena dia tau ayahnya pasti akan memaksanya untuk menikah dengan lelaki yang lebih tua dari dia, No way, batin dia" "apartemen tempat dia tinggal sekarang orangtua nya tidak tau karena dia membelinya dengan uang jajan dia sendiri. hanya dia dan abang angkatnya yang tau dan dia pastikan ayahnya tidak akan mencarinya sampai kesini" "drtdrtd drtdrt drtdrt....(bunyi ponsel Qonita)" "ih siapa sih yang nelponin jam segini, dengan kesal dia melihat kelayar hp nya dan melihat abang angkatnya menelpon nya" "sudah lah palingan nanyain gue ada dimana" "bunyi ponsel kembali berdering dan Qonita melihat beberapa panggilan tak terjawab dari ayah dan abang angkatnya" "ting tong (bunyi bel apartemen)" "siapa lagi sih ini, ribet banget gk tau orang lagi gk pengen ketemu apa kan kalau abang pasti langsung masuk gk akan ngebel gitu, lama-lama kezell gue, Qonita menggerutu sendiri" "gk usah gue buka atau gimana ya??takutnya ayah nyusul kesini kan ayah juga gk tau gue punya apartemen ini, apa jangan-jangan abang kasih tau lagi??fikiran Qonita semakin berkecamuk gegara bel tersebut" "Qonita melihat celah dipintu dan sangat terkejut yang datang ternyata...."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN