kejadian tak terduga

405 Kata
Bel sekolah pun berbunyi menandakan saatnya untuk pulang kerumah telepon berdering.... "hmhmhm, ok tugas lo awasi orang tersebut untuk perintah selanjutnya akan gue kabari lagi" "....." "dimana?" "....." "ok gue akan kesana nanti malam" "....." "sialan...tuh cowok udah berani mengganggu yang bukan miliknya, tunggu aja pembalasan ku. "enaknya nonton nih, fikir Qonita tapi bagusnya dimana ya??" akhirnya dia pergi kebioskop sendiri menikmati kegalauan fikirannya.sesampainya dibioskop dia langsung membeli beberapa macam cemilan untuk dinikmati sambil menonton. "gue mau nonton film komedi aja deh, mbak tiket nonton 1 orang" "mau duduk dibangku berapa mbak?" "bangku 3D aja" "ok film xxx jam 14.30 bangku 3D 75 ribu rupiah" sambil mengeluarkan uang seratus ribu, Qonita mendapatkan tiket nonton nya. "ada apa" "....." "bioskop mana" "...." tanpa sepengetahuan Qonita, Varen menyuruh beberapa pengawalnya mengawasinya takut terjadi apa-apa dengan Qonita. Varen mendatangi sebuah butiq dan mencoba menyamar supaya Qonita dan keluarga nya tidak mengenalinya nanti malam... "hoooaaammmmzzzzz, ngantuk banget, ucap Qonita yaps...begitulah dia, datang kebioskop bukan menonton tapi untuk tidur "mbak...bangun mbak...." "krkrkrkrkkk" "mbak....bangun mbak...."ucap petugas "krkrkrkrkkkk..." "mbak...bangun mbak......" "eh..heh...eh....maaf mbak,, aduuhh gawat gue ketiduran, jam berapa sekarang mbak??" "jam 7 mbak" "waduhh....gawat banget...gimana ni..gue telat" "hah 1 panggilan tak terjawab, mati gue..." "makasih ya mbak" ucap Qonita akhirnya Qonita beranjak dan langsung pergi ke restoran biasa tempat mereka biasa makan malam bersama di restoran... varen sedang berpura-pura jadi pelayan dan berusaha menguping pembicaraan orang yang dilayani nya "gimana bisnis kamu?" tanya ayah Qonita "lancar saja om" sahut Sebastian "sepertinya pembangunan resor malika akan terhambat" kata ayah Qonita "mungkin perlu ide baru untuk pembangunan resor tersebut tapi harus mengambil resiko" ujar Sebastian "bagaimanapun kita akan jadi keluarga, putriku akan jadi istrimu dan kamu harus membantu pembangunan resor malika"kata ayah Qonita "ok" kata Sebastian disaat itu Qonita masuk dan terkejut dengan pelayan yang sedang melayani orangtuanya dan tamu nya "dengan memberikan kode kepada Varen, Qonita membelalakkan matanya (lo ngapain disini?)" "varen pura-pura tidak melihat" Qonita tidak bisa membuat wajah kesal pada pertemuan ini mungkin nanti dia akan menjumpai varen "ayah maaf saya terlambat" kata Qonita "it's okay dengan tatapan tajam" kata ayah "perkenalkan ini putri semata wayang saya Qonita" ayah mengenalkan Qonita ke Sebastian "halo...saya Sebastian" "Gu....eh... saya Qonita om" ucap Qonita "jangan panggil om dong...saya masih muda. panggil saya bastian saja" pinta sebastian "eh...om...eh iya bastian" ucap Qonita Qonita merutuki dirinya yang bodoh dihadapan ayahnya...pasti ayahnya akan marah besar dengan nya "oh iya sampai mana tadi perbincangan kita??" ungkap ayah Qonita
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN