message

544 Kata
saat ini gue nggak bisa konsen dengan kelas gue soalnya yang ada difikiran gue pesan dari daddy, but why? tumben ngechat begitu, fikiran Qonita sudah kemana-mana. "cepat pulang kita akan makan bersama" ada apa?kenapa dengan hari ini?sepertinya bukan hari ultah seseorang atau anyversary bokap nyokap gue. bokap gue orang paling jarang ngomong ke gue karena orangnya sibuk sekali,,jangan kan ngomong ketemu aja jarang karena pekerjaan is number one important for him than me. "tuh anak kemana ya??ih selain sombong tuh anak beneran ngeselin juga ya, jago bikin mood gue rusak parah, mana nomornya nggak ada di gue lagi, bodo ah gue cabut aja mendingan drpd disini bikin fikiran gue buntu, gerutu Qonita. Qonita keluar dari kelas musik menuju sebuah tempat yang selalu menjadi tempat teduh dikala dia lagi dalam perasaan nggak karuan. "gue malas masuk hari ini, mending disinj aja seharian ntr jg pasti dikasih tau tentang pelajaran sekolah. batin Qonita Varen kembali ke kelas dan mendapati Qonita nggak ada diruangan. "tuh anak kemana ya??ditinggal bentar aja eh udah nggak ada. apa jangan-jangan dia ngambek kali gue tinggalin, wkwkwk (merasa PD sendiri nih si varen) "woi...lu ada liat Qonita nggak?... tanya varen ke beberapa teman diruangan. "nggak ada tuh... "tuh anak kemana ya? bikin khawatir aja. klo nomornya ada nggak... "ada" "yaudah siniin nomornya "ih ni anak rese juga ya, lo kenapa sih nyariin dia kek gitu?palingan dia juga cabut trus pergi ke tempat biasa dia menyendiri, ucap rifki "kemana?? "tu dibelakang taman ada sebuah pohon besar dekat danau,,dia biasa menghabiskan waktunya disana sendirian Varen bergegas ke tempat yang dimaksud. karena penasaran dia mengendap endap supaya nggak ketauan sama Qonita. diam-diam dia mengambil beberapa foto gadis tersebut. "cantik" "lo ada rahasia apa sih yang gue nggak tau Q??kog perasaan lo kek ada yang dipendam gitu?batin Varen Qonita mengambil beberapa cemilan dari tas kecilnya, yup dia memang suka ngemil walaupun itu nggak ada pengaruh ke tubuhnya. "hmhmhm" enak banget sih ni coklat, ucap Qonita. "enak banget keliatannya coklatnya,mau dong, ucap Varen "lo tau darimana gue ada disini?? tanya Qonita "nanya orang tadi, habisnya lo main Kabur aja. yaudah gue tanyain trus susulin lo deh kesini, wek? ucap Varen "gue lagi nggak mood ladeni lo hari ni,,mending lo cabut deh, ucap Qonita "why?" gue nggak ganggu lo dan gue kesini karen ada tujuan,,dan tujuan gue yaitu lo dan diskusi tugas kita, ucap Varen "entar aja diskusinya, gue lagi nggak mood dan gue juga lagi malas untuk ngebahas apapun itu, ngerti. ungkap Qonita yeee... tu terserah lo, dan gue mah BODO AMAT, yang gue ingin tu diskusiin tugas kita sesegera mungkin tanpa ada kendala apapun, ngerti. varen berusaha bersikap nyebelin. seterah lo deh, gue males nanggapinnya. kalo lo masih disini gue cabut, kalo lo mau pergi gue bersyukur banget. ucap Qonita "gue nggak mau. ucap Varen "ok kalo tu mau lo, gue cabut, ucap Qonita akhirnya Qonita pergi tapi kemudian disusul Varen dan terjadi perdebatan diantara mereka "lo ngapain sih ngikutin gue? tanya Qonita "yeeee...PD amat sih lo, ucap Varen "buktinya lo ngikutin gue, awas kalo lo ngikutin gue ya, ancam Qonita "gue nggak takut" balas Varen "yaudah terserah lo deh, bikin males gue aja" batin Qonita akhirnya Qonita cabut dari sekolah karena Varen benar-benar mengacaukan harinya ditambah pesan dari sang daddy yang membuat hatinya semakin kacau.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN