Suasana di halaman belakang kediaman Setyo mulai ramai. Beberapa saat ketika Austine dan Andini beserta anak kembar mereka datang, giliran Putra dan Petra besert istri-istri mereka yang muncul. Kemudian, Satria dan Putri dengan anak tunggal mereka yang bernama Enisha Aureli Wibisono. Acara seperti saat ini memang sering mereka adakan untuk membuat anak-anak mereka menjadi dekat. Ketika para orang tua sibuk mengobrol dan anak-anak bermain, Setyo pulang bersama dengan Senja dan Jingga. Jingga langsung berlari menuju Langit dan Awan sambil tersenyum lebar dan duduk manis di samping Enisha yang tersenyum tipis, sementara Senja hanya berjalan dengan langkah pelan sambil menatap malas ke arah Langit dan Senja. “Sumpah, si Senja itu kenapa, deh?” tanya Aust

