“Lo dianterin sama si Senja?” Enisha terkekeh geli dan mengangguk. Saat ini, dia sedang berada di kantin sekolah karena waktu belajar-mengajar baru akan dimulai jam setengah delapan. Masih ada waktu sepuluh menit lagi. Itu semua karena dirinya diantar ke sekolah dengan menggunakan motor oleh Senja. Senja rupanya ada bakat menjadi seorang pembalap. Rania, sahabat Enisha sejak kelas satu SMA itu mendengus dan tersenyum sambil menggeleng. Cewek berambut bob itu mengaduk jus apelnya dan menatap Enisha yang masih saja cekikikan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Senang banget sih cuma diantarin sama Senja.” “Jelas, lah!” seru Enisha penuh semangat. Cewek itu tidak peduli jika suaranya barusan sudah membuat perhatian beberapa siswa-s

