Mataku menerjab saat merasakan cahaya terang tertangkap mataku yang sedikit membuka. Kutarik napasku memikirkan apa yang terjadi malam tadi. Lidahku kembali kelu, mataku kembali berkaca-kaca. Perlahan kembali ku jelajahi kamar hotel ini. Aku tersentak saat melihat Dave berdiri bersandar pada dinding di depan ranjang. Kemeja putihnya berantakan. Rambut yang acak-acakan, serta wajahnya yang kusut. Ia menatapku lekat sebelum akhirnya tersenyum lembut. Dave berjalan mendekatiku, membuatku segera bangkit dan bersandar di punggung ranjang. “Sudah enakan?” tanyanya pelan, duduk di pinggir ranjangku. Kutatap wajahnya lekat, lalu tersenyum simpul. “Aku minta maaf.” “Untuk?” Dave mengangkat kepalanya kembali menatap mataku. “Untuk membuatmu merasakan kejadian yang mengerikan itu, Aku telah ga

