Epilog Flora duduk di balik meja paling pojok sebuah kafe yang terdapat di mal, dengan nikmat mencicipi satu cup besar es krim rasa cokelat stroberi. Suasana kafe tidak terlalu ramai. Sepenuhnya dapat dimengerti mengingat saat itu awal pekan, sedang jam kerja pula, yakni pukul tiga sore. “Flora?” Flora mengangkat wajah dan seketika matanya melebar. Wajah tampan itu pernah sekali-dua melintasi benaknya. Namun, tak ada apa yang bisa ia lakukan karena mereka tidak pernah bertukar nomor ponsel sebelumnya. “Alaric.” Pria itu tersenyum lebar dan melangkah penuh semangat menuju Flora. Flora balas tersenyum. Alaric mengulurkan tangan. “Aku tak menyangka akan bertemu denganmu hari ini. Apa kabar, Flora? Lama tak bertemu.” Alaric benar. Terakhir kali mereka bertemu, adalah hampir setahun l

