24

1399 Kata

24 “Mungkin sebaiknya kau lepaskan dia, Arion,” kata Harvey muram. Saat itu keduanya sedang makan siang di sebuah restoran di bilangan Arifin Ahmad. Arion memandang Harvey seakan pria itu sudah gila. “Aku mencintainya, Harvey!” “Tapi dia menderita.” Mungkin memang seharusnya Arion melepaskan Flora, tapi sayangnya cinta itu egois. Arion ingin memiliki Flora. “Aku akan berusaha membuatnya kembali bahagia.” Harvey menggeleng-geleng. “Berapa lama waktu telah berlalu? Semakin kau genggam, Flora semakin hancur.” Arion menyudahi makannya. Sejak Flora keguguran, ia sama sekali tak berselera makan. Ia makan pun hanya supaya tidak sakit. Hanya untuk menyambung hidup. Ia perlu menjaga Flora. Arion menghela napas panjang. Harvey benar. Hari demi hari berlalu. Sudah hampir dua bulan dari kejad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN