8 “Flora.” Suara itu perlahan-lahan menembus tidur lelap Flora. Ia membuka mata. Cahaya matahari menyilaukan. Ia kembali memejam. Setelah beberapa saat, Flora kembali membuka mata, lalu bangkit dan duduk. Ia memandang selimut yang melongsor turun ke pinggang dan merasa heran karenanya. Tadi malam ia menangis di sofa hingga ketiduran. Ia tidak membawa selimut. Apakah Arion yang menyelimutinya? Atau sebenarnya ia sendirilah yang membawa selimut itu sebelum tidur, dan terlalu lelah menangis membuatnya lupa? “Arion …?” Flora menatap sosok tinggi kekar yang berdiri di depannya. “Segeralah bangun dan berkemas, kita akan pindah pagi ini.” Flora menolehkan kepala ke arah lemari. Tampak dua buah koper besar berwarna biru dan hitam, sudah siap di sana. “Aku sudah mengemas pakaianku ke dalam

