7

1589 Kata

7 “Terkadang hidup itu tak semanis yang kita bayangkan.” Flora yang sedang duduk di bangku halaman belakang dan menatap sedih pepohonan dan bunga-bunga di sana, terkejut dan menoleh. Sang ayah mertua duduk di sisinya. Ada jarak sekitar lima puluh senti memisahkan mereka. “Papa ….” “Apakah Arion menyakitimu?” Flora hanya diam membisu. Ia tak mungkin mengadu kepada mertuanya perihal rumah tangganya. Abhidama memandang menantunya dan tersenyum sejuk. “Kaulah yang memutuskan menikah dengan Arion, Anakku. Pahit manis kehidupan pernikahan kalian, kau harus menerimanya dengan lapang dada.” Flora hanya diam dengan wajah murung. “Papa tahu sekarang kau merasa sangat sedih. Sangat menderita. Sikap kasar Arion, juga ibunya. Tapi ketahuilah, Nak, kebaikan akan selalu menaklukkan kejahatan. Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN