16 Arion menyesap anggur dengan nikmat. Sesekali senyum samar terlukis di bibirnya. Bayangan kegusaran Flora yang tampak berusaha disembunyikan, melintas di benak Arion. Ketika makan siang di rumah orangtuanya tadi, Flora jelas memaksakan diri untuk tetap bersikap ceria. Padahal Arion sering mendapati istrinya itu cemberut tatkala merasa tak ada mata memandangnya. Arion tahu, sikap datarnya, yang sangat berbanding terbalik dengan sikapnya selama beberapa hari terakhir inilah—terutama di atas ranjang, bahkan tadi pagi di ruang makan—yang memacu kegusaran Flora. Tentunya Flora tidak bisa mengharapkan ia seketika bersikap hangat dan mesra di depan semua orang hanya karena mereka telah melalui hari-hari panas penuh gairah, bukan? Ia butuh waktu. Jadi sebagai upaya untuk meredakan kegusar

