17 Flora duduk bersandar di kepala ranjang dengan mata menatap layar televisi yang menayangkan drama Korea. Ia menghela napas panjang, merasa bosan. Sudah berjam-jam ia menonton, bahkan matanya memerih, tapi cerita yang menarik itu sama sekali tak menggugahnya. Lebih tepatnya, ia tidak menyimak dengan benar alur cerita tersebut. Sejak tadi pikirannya berkelana pada Arion. Flora meraih ponsel. Tidak ada pesan apa pun dari Arion. Jam digital di ponsel telah menunjukkan pukul dua belas tengah malam. Ke mana perginya suaminya itu? Sejak mereka bercinta, hari ini, untuk kali pertama Arion keluar malam. Entah ke mana. Seusai makan malam, Arion berpakaian menarik, jins pudar dipadu dengan kaus polo—lebih tepatnya, kapan Arion tampak tak menarik?—dan pergi tanpa mengatakan akan ke mana. Flora p

