bc

IMPOTEN BOOK 2

book_age18+
1.3K
IKUTI
16.1K
BACA
family
sensitive
princess
doctor
drama
bxg
like
intro-logo
Uraian

Setelah kematian istrinya Zahra.

Jovan hanya fokus bekerja dan menjaga anaknya. Mahesa.

Jika dulu dia adalah playboy lucknut.

Sekarang jangankan pacaran, mendekati wanita saja dia tidak berminat.

Jovan impoten atau mengimpontenkan diri? Entahlah ...!!!

Yang jelas Jovan tidak berminat dengan wanita manapun selain Zahra.

Bahkan miliknya tidak mau bereaksi walau di hadapannya ada wanita cantik, sexy yang sudah telanjang sekalipun.

Tapi, saat perjodohan dengan Putri Inggris tiba. dan Javier malah menemukan wanita impiannya.

Jovan mau tidak mau harus kembali menggantikannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
"Jovannnnn." Jovan menoleh dan hampir terjengkang saat tiba-tiba  Javier memeluknya dengan erat. "Aku menemukan-nya, akhirnya aku menemukan-nya Jovan." Javier semakin memeluk erat saudara kembarnya itu. "Menemukannya? apa yang kamu temukan? atau siapa yang kamu temukan?" tanya Jovan heran. Baru kali ini melihat Javier sesemangat ini. Javier melepaskan pelukannya dari Jovan lalu menatap saudaranya itu penuh haru. "Jean, aku menemukan Jean, aku sudah bilangkan Jean masih hidup." "Jean?" "Iya, Jean. Aku menemukannya." Javier kembali memeluk Jovan. Kali ini tidak bisa menahan air mata bahagianya. "Akhirnya, setelah sekian lama. Aku akan bertemu Jean lagi. Aku ... Aku ... tidak tahu harus bagaimana." Jovan hanya terpaku melihat Javier yang seperti salah tingkah sendiri. "Kamu yakin yang kamu temukan itu Jean?" tanya Jovan ragu-ragu. Jovan tidak mau melihat saudaranya terpuruk lagi gara-gara satu wanita. Cukup ia saja yang mengalaminya. Javier mengusap air matanya dan menatap Jovan penuh keyakinan. "Kami sudah melakukan tes DNA. Dan bisa dipastikan dia 100% adalah Jean," ucap Javier penuh kebahagiaan. "Lalu, di mana dia?" tanya Jovan penasaran. Jantungnya ikut berdetak kencang karena bahagia. Benarkah akhirnya adik alias kakak, atau satu-satunya saudara wanita mereka masih hidup dan sekarang ditemukan. Setelah sekian puluh tahun dikabarkan sudah meninggal. "Ternyata selama ini dia tinggal di kota Padang. Dan sekarang aku akan segera menjemput nya." Javier terlihat sangat Eksaited. "Aku ikut." "Tidak, kamu di sini saja. Mom, Dady, Paman Marco belum ada yang tahu kalau aku sudah menemukan Jean." "Maksudnya. Aku ingin menemui Jean sendiri dulu. Aku ingin memastikan apa yang menyebabkan Jean kabur dari rumah. Aku hanya  khawatir Jean dulu marah sama Mom dan Daddy. Jadi ... biarkan aku kesana sendiri dan membicarakannya,"ungkap Javier. "Baiklah. Tapi, jangan lupa selalu kabari aku, dan bawa anggota SS. Bagaimana pun, aku lebih tenang jika kamu ada yang mendampingi." Javier mengangguk. "Aku akan naik pesawat komersil saja. Katakan pada Paman Marco, aku sedang suntuk dan mengambil cuti liburku." Jovan menepuk bahu Javier ikut bahagia. "Kapan kamu berangkat?" "Sebentar lagi." "Mendadak sekali?" "Mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menunda sedetik pun untuk segera bertemu dengannya." Kali ini Javier benar-benar terlihat bahagia. "Baiklah, hati-hati kalau begitu. Jangan lupa mengabariku jika sudah sampai." "Tentu, aku berangkat sekarang." Javier kembali memeluk Jovan. Lalu keluar dari ruangan Jovan dengan wajah penuh semangat. Jovan berbalik, lalu duduk dan melihat foto Zahra di meja kerjanya. Ia menopang wajahnya sambil bergumam. "Menurutmu, apa dia benar-benar Jean? kalau iya pasti Javier sangat bahagia karena wanita yang dia cari seumur hidupnya akhirnya dia temukan." "Andai aku bisa mencarimu seperti yang dilakukan Javier. Pasti aku akan menyisir seisi dunia untuk menemukanmu." Jovan mengelus foto zahra. "Dan jika itu terjadi aku pasti sangat bahagia jika berhasil mendapatkanmu." Jovan memang sudah mengikhlaskan kepergian Zahra. Tapi, dia masih bisa merasakan sesak di dadanya setiap memandangi fotonya. "Andai kamu kabur seperti Queen. Aku pasti semangat mencarimu. Sayangnya ... kamu malah kabur ke tempat yang aku ketahui tapi tidak bisa aku jangkau." Jovan mengelus foto Zahra lagi sebelum menghembuskan nafas pelan. "Kamu bahagia kan di sana?" tanya Jovan dengan wajah sedih. Jovan sangat mencintai Zahra. Saking cintanya sampai-sampai dia yang dulu playboy dan penjahat wanita sekarang malah tidak berminat sama sekali dengan wanita. Mau ada cewek semok, bahenol, semlohay lagi menari telanjang di depan wajahnya juga Jovan biasa saja. Tidak ada niat mendekati apalagi mengajaknya ke kamar untuk di tunggangi. Bagaimana mau menunggangi kalau miliknya saja impoten. Entah benar-benar impoten atau dia yang tanpa sadar mengimpontenkan dirinya sendiri. Jovan sudah memeriksa kesehatan dirinya setelah kecelakaan yang menewaskan istrinya dulu. Tapi, tidak ada yang bermasalah. Semua sehat walafiat. Paman Marco juga mengatakan bahwa penyebab Jovan impoten karena pemikiran dari otaknya sendiri yang sepertinya merasa bersalah dengan almarhumah istrinya jika Jovan sampai tertarik atau meniduri perempuan lain. Dan paman Marco percaya. Kalau suatu hari nanti. Impoten Jovan akan sembuh saat Jovan sudah menemukan wanita yang tepat yang akan menggantikan Zahra di hatinya. Walau Jovan sangksi hal itu akan terjadi. Tapi Jovan memilih percaya saja. Toh kalaupun hal itu tidak terjadi, Ia sudah punya Mahesa yang menjadi keturunan-nya. Jovan sudah puas dengan hidupnya yang sekarang. Hanya dia dan Mahesa. Dan di hatinya cukup hanya nama Zahra saja yang bersemayam. Tak perlu di tambah atau di kurangi. *** 

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

KISSES IN THE RAIN

read
58.1K
bc

LAUT DALAM 21+

read
299.8K
bc

The Naughty Girl

read
101.3K
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

Sweet Sinner 21+

read
879.7K
bc

Sak Wijining Dino

read
162.1K
bc

Bad Prince

read
518.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook