Suara dering ponsel yang terus berbunyi berhasil mengusik waktu tidurku. Matanya tertidur untuk beberapa waktu, tapi rasa-rasanya gadis itu bahkan tidak memiliki tidur yang nyenyak. Mimpi tentang insiden buruk yang menimpa dirinya dan Rachel terus berulang di sana. Cukup mengerikan tetapi tidak benar-benar membuat Jessi bangun. "Halo?" "Hi, Jessi. Maaf mengganggumu." Suara seseorang di sebrang membuat mata Jessi segar dan tak lagi mengantuk. Itu Alex. "Apakah kau sibuk akhir pekan ini?" "Bagaimana kau bisa mendapatkan nomor ponselku?" Alih-alih menjawab pertanyaan Alex terlebih dahulu, Jessi lebih memilih untuk melontarkan sesuatu yang mengganggunya sejak awal. Mata birunya mendongak, menatap jam di dinding yang kini mengarah ke angka sepuluh. Cukup aneh karena akhirnya Jessi sadar

