Aroma daging yang dipanggang menyapa indera penciuman Jessi begitu tubuhnya sampai di area dapur. Ia selalu suka bau masakan yang diciptakan oleh Emma. Daniel juga terlihat di sana, duduk santai dengan koran terbaru hari ini. Ia duduk di meja makan yang memang berada di dekat dapur. Secangkir kopi tampak sudah tersedia di atas meja. Emma benar-benar gambaran seorang ibu yang memanjakan suami dan anaknya dengan baik. Ketika Jessi mendekati Daniel. Barulah kedua orang tuanya itu sadar bahwa putri semata wayang mereka sudah bangun dan berada di sana. Daniel langsung mendongak dan tersenyum ke arah gadisnya. "Jessi, kau bangun lebih awal hari ini." Dan Jessi pun menganggukkan kepalanya sebelum kemudian duduk di sebrang ayahnya. "Dad tidak pergi ke rumah sakit hari ini?" Daniel menggeleng

