“Kau di sini?” Jessi menggumam. “Sedikit lebih lama dari yang kau pikirkan, bukan?” Alex terkekeh pelan. “Kupikir kau tak akan datang.” Gadis dengan kaus panjang berwarna hitam dan ripped jeansnya itu kemudian mendekat, duduk di samping Alex yang dari awal memang menunggu Jessi pada salah satu kursi panjang berbahan dasar kayu pada area taman kota. Mata mereka tak saling bertemu, justru keduanya sibuk memerhatikan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh orang lain di taman tersebut. Ada sekelompok orang yang sedang berlatih skateboard, bermain bersama anak-anak kecil atau bahkan sekedar berjalan-jalan santai sembari menikmati udara segar di sore hari. “Aku baru saja pergi berbelanja bersama Mom dan Dad,” ungkap Jessi pada akhirnya. “Mereka akan berpikir yang aneh-aneh jika aku mendahulu

