Aroma hazelnut yang berasal dari cangkir pendek berwarna putih seketika tercium ketika sang pramusaji meletakkannya di atas meja. Senyuman tipis mengakhiri perjamuan yang dilakukan, sedikit banyak sudah diatur oleh sang pemilik kafe. Sebagai prosedur pelayanan katanya. Kepulan asap yang menyapu udara memberi tanda bahwa gadis itu baru saja duduk di sana. Beberapa saat lalu, tepat saat jam di dinding kafe mengarah ke angka dua. Hari sudah siang. Matahari di luar sana masih cukup terik. Tentu membelokkan arah dan beristirahat sejenak di tempat-tempat seperti ini merupakan salah satu pilihan yang tepat. Jessi tidak terbiasa bergaul, tapi tidak ada salahnya menghindari tempat yang biasa dia lewati untuk saat ini. Pikirannya perlu juga diistirahatkan. Setelah memikirkan kemungkinan-kemungkina

