"Apa ada masalah, Sayang?" Emma menghampiri sang suami yang baru saja memasuki rumah. "Kau tidak biasanya pulang di jam ini." Daniel melepaskan jas kedokteran dan mencium kening istrinya dengan lembut sebelum kemudian tersenyum tipis dan memandangi Emma sendu. "Jessi menelponku." Kedua alis wanita dengan blus birunya itu berkerut seketika. Ia pun mengekor dengan raut wajah penasaran bercampur khawatir. "Apa ada masalah? Dia tidak pulang ke rumah tepat waktu hari ini." "Apa dia menelponmu?" Emma menggelengkan kepala begitu duduk di samping Daniel yang juga mengistirahatkan bokongnya di sofa panjang. Ia tampak kelelahan tapi berusaha untuk tetap fokus. Sembari melepaskan satu kancing kemejanya yang berwarna putih, Daniel mencoba menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Sebelum kemudian m

