Sudah dua puluh menit Jessi berdiri di persimpangan taman kota dengan gamang. Belokan yang mengarah ke kanan dan kiri hanya membingungkannya. Alex juga tak bisa diajak berkompromi. Ponselnya tiba-tiba saja mati begitu gadis itu turun dari taksi. Menempuh perjalanan selama sepuluh menit ternyata terlalu lama untuk Alex yang sedang menunggu. Atau laki-laki muda itu memang sedang tidak sabaran. Namun setelah beberapa kali mencoba menghubungi dan suara operator lah yang menanggapi panggilannya. Di sanalah Jessi sadar, sesuatu mungkin sudah terjadi. Kedua matanya pun berpendar ke sekeliling. Taman kota tak terlalu ramai di hari kerja seperti ini. Hanya ada beberapa orang yang tampak melakukan aktivitas lari dan sebagian besar adalah seorang ibu yang membawa anak mereka berjalan-jalan. Tujua

