Bab 19

1668 Kata
Dinding biru bermotif polos dengan beberapa noda kusam – kebanyakan karena coretan pena atau alat tulis yang tidak sengaja menempel di sana – menjadi saksi kesibukan Jessi di waktu malam hari. Jika biasanya pada jam-jam seperti ini gadis muda itu akan tertidur, menikmati mimpi indah dari atas ranjangnya yang berwarna putih dan empuk, Jessi justru menjadi orang lain beberapa hari ke belakang. Semenjak kecelakaan yang menimpanya – insiden kematian Rachel – di sekolah, kepala gadis itu dipenuhi banyak asumsi yang tidak berkesudahan. Beberapa teman kelas yang mendadak tidak sama dengan ingatan terakhirnya, hubungan asmara yang bahkan tidak dapat dia rasa dan tentu saja misteri dari kematian sahabatnya sendiri yang seperti potongan teka-teki. Seseorang harus berani membuka jalan, memecahkan misteri di dalam dan menemukan kebenaran. Namun Jessi sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seseorang yang terpilih itu. Jika ada opsi lain, anak tunggal dari Emma dan Daniel itu mungkin akan langsung menekan tombol tidak, kemudian pergi dari semua rentetan masalah yang bahkan dia tidak ingat. “Pasti ada sesuatu yang salah di sini,” kata Jessi, ditengah-tengah kesibukannya mala mini. Tangan kurus itu sibuk mengeluarkan semua barang-barang dari rak, laci meja belajar dan bahkan lemari pakaian hanya untuk menemukan sesuatu yang dapat membantunya menghadapi semua masalah ini. Menemui teman-teman kelasnya yang mendadak bersikap berbeda – cukup aneh baginya – membuat Jessi menarik sebuah kesimpulan;bahwa salah satu dari mereka pasti berbohong. Jessi kemudian menarik beberapa novel hadiah dari Rachel yang sebelumnya dia simpan, meletakkannya di atas meja belajar. Bersama sebuah jurnal dan beberapa novel lain yang ada di dalam lokernya – yang tentu saja Jessi sendiri tidak yakin bahwa ia telah membuka loker miliknya atau milik Rachel – untuk selanjutnya duduk di sana. Tangan kanan Jessi menarik selembar kertas *7bertinta hitam. Jessi siap memulai pencarian. Kata yang ditulis pertama kali oleh Jessi adalah Jason. Jason adalah orang pertama yang menyapanya, menegurnya tanpa rasa bersalah, seolah-olah mereka memang berteman baik sebelumnya, atau bahkan lebih dekat. Seingat Jessi, Jason dan Rachel memang berkencan, mereka hanya berbicara beberapa kali, membicarakan materi di kelas, tidak ada obrolan personal yang menandakan bahwa keterikatannya dengan Rachel membuat mereka menjadi teman dekat. Jessi tahu bahwa Jason berkhianat dengan Maribeth dari Rachel, memang tidak pernah terbukti secara detil. Namun Rachel juga tidak memiliki alasan untuk membohongi Jessi. Jelas Rachel tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Sementara Diana dan William, berada di zona yang sama. Murid popular yang karirnya mentereng di arena olahraga. William si kapten basket terbaik sekolah yang kemudian didukung oleh Diana, si pemandu sorak cantik yang menyenangkan. Dua pribadi yang berada di dunia berbeda dengan Rachel dan Jessi. Diana bahkan sampai repot-repot memberi mereka hadiah, yang bisa dianggap cukup besar, cukup mahal. Penulis buku BERDARAH adalah salah satu orang terkenal, acara-acara yang diadakannya pasti bersifat ekslusif. Jessi tidak yakin mereka cukup dekat untuk saling memberikan hadiah. “Apa motif Diana mendekati kami?” Jessi mengernyitkan keningnya dalam setelah selesai menulis nama Diana dan William di atas kertas. Diana dan Maribeth duduk di meja yang sama, mereka berteman. Tingkat kedekatan mereka bisa saja tinggi. Maribeth juga bukan murid sembarangan, prestasinya cukup banyak. Semua orang pasti ingin berada di pihaknya. Sejauh ini, Maribeth belum secara langsung mendekatinya. Namun rumor mengenai dirinya dan Jason berkencan juga perlu dikonfirmasi terlebih dahulu. Ia belum memiliki pegangan yang dapat dijadikan bukti kuat. Sampai kemudian nama Alexander muncul di tengah-tengah kebingungan Jessi. Hanya laki-laki itu yang bisa saja terlibat dalam hidupnya, tapi belum bicara apa-apa. Alex menutup mulut rapat, menghindar dan bahkan cenderung tidak ingin terlibat. Jika mereka cukup dekat, bahkan sampai menjalin hubungan yang diketahui oleh seseorang seperti Diana, yang mungkin saja tidak peduli terhadap kehidupan anak-anak culun di First High School, mengapa Alex tidak mencoba melakukan sesuatu. Jessi merasa dirinya sangat skeptis terhadap hubungan romantis, tidak banyak berharap dan terkesan tidak peduli soal cinta. Ia bahkan cenderung tidak berminat pada hubungan kencan di masa sekolah, sehingga rumor-rumor aneh tentang dirinya menjalin hubungan dengan William, bahkan Alex benar-benar mengganggu. Gadis muda itu kemudian mencatat seluruh novel hadiah dari Rachel dan menggabungkannya dengan novel yang ada di dalam loker, yang ditemuinya pagi ini. Menyusunnya secara urut dari yang pertama kali, hingga terakhir kali sesuai urutan waktunya. Entah atas dasar apa, Jessi merasa bahwa inilah ituisinya. Kedua alis Jessi berkerut dalam ketika menyadari bahwa setiap judul novel yang baru saja selesai ia tumpuk, memberikannya pola yang mengejutkan. “Ap –apa ini?” Jessi lantas merapikan tumpukan buku-buku dengan ketebalan yang berbeda, menjadikannya lebih lurus dan sebuah kalimat muncul di sana. J-A-N-G-A-N P-E-R-C-A-Y-A D-I-A. “Jangan percaya dia? Jangan percaya siapa?” *** MISTERI TIME. KISAH tentang “Segitiga Bermuda” sudah ada sejak 56 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1964. Nama ini pertama kali digunakan oleh penulis dari Amerika, Vincent Gaddis, di majalah Argosy untuk menggambarkan sebuah kawasan di Lautan Atlantik, di lepas pantai Florida, yang berbentuk segitiga. Area ini juga sering disebut sebagai “Segitiga Setan” dan sering dibahas dalam ribuan film, buku, dan dokumenter sepanjang beberapa dekade. Lalu, apa yang menarik perhatian dari Segitiga Bermuda? ‘Misteri’ lama belum terpecahkan Lihat Foto Ketertarikan akan Segitiga Bermuda bermula dari serangkaian kejadian menghilangnya kapal laut dan pesawat yang tidak dapat dijelaskan. Tahun 1945, sebanyak 5 pesawat Angkatan Laut Amerikan Serikat (AS) dan 14 orang dilaporkan hilang di area tersebut saat sedang melakukan latihan rutin. Saat itu, sempat terdengar suara kapten pesawat, Letnan Charles Taylor, di radio mengatakan: "Kami memasuki air putih, ada yang tidak beres. Kami tidak tahu lokasi kami di mana, airnya hijau, bukan putih." Angkatan Laut AS melakukan investigasi dan akhirnya melaporkan insiden tersebut “penyebab tidak diketahui.” Sejak kejadian tersebut sampai tahun 1980-an, sebanyak 25 pesawat kecil hilang saat melewati Segitiga Bermuda. Mereka tidak pernah terlihat lagi dan tidak ada puing yang pernah ditemukan. Alhasil, cerita ini menarik perhatian publik. Beberapa orang memberikan berbagai penjelasan berlebihan bahwa ada kekuatan paranormal atau supranatural. Ada juga yang mengaitkan alien atau mahkluk gaib yang tinggal di kota bawah laut yang hilang Atlantis dengan kejadian tragis tersebut. Fakta bahwa hasil laporan resmi menyebutkan “penyebab yang tidak diketahui” semakin menambah ketertarikan. Berpikir kritis Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, kita harus bertanya diri sendiri: jika kita tidak tahu apa yang menjadi penyebab atas suatu hal atau jika suatu hal terlihat misterius, apakah kita harus mencari jawaban dari sisi paranormal (seperti hantuoh) atau supranatural (sihir/keajaiban)? Bagi beberapa orang akan melakukan itu. Mereka merasa penjelasan itu yang menarik. Inilah yang terjadi selama beberapa dekade pada insiden di Segitiga Bermuda. Akan tetapi, ketika kita mencoba mempelajari tentang peristiwa ini dan tidak langsung mengambil kesimpulan, penyebabnya terlihat lebih sederhana. Kita ambil contoh hilangnya Charles Taylor dan 5 pesawat yang kemudian diselidiki oleh Angkatan Laut AS. Investigasi tersebut menemukan bahwa saat mulai gelap dan cuaca berubah, Taylor membawa pesawat menuju lokasi yang salah. Taylor juga mempunyai pengalaman hilang saat terbang. Dia telah 2 kali diselamatkan di Laut Pasifik. Angkatan Laut sendiri sudah memahami apa yang sebenarnya terjadi bahkan sebelum kejadian menghilang. Namun, insiden itu akhirnya disimpulkan sebagai “tidak diketahui penyebabnya” karena ibu Taylor, yang tidak ingin menyalahkan putranya atas apa yang terjadi, bersikeras bahwa jika Angkatan Laut tidak bisa menemukan bangkai pesawat, maka mereka tidak bisa menentukan apa yang sebenarnya yang terjadi. Tidak ingin menyalahkan Taylor atas tragedi tersebut, Angkatan Laut pun setuju dengan alasan tersebut. Sebagian besar pilot dalam insiden tersebut masih dalam pelatihan. Artinya, mereka tidak mengetahui bagaimana menggunakan semua kendali dalam pesawat selama terbang di malam hari atau cuaca buruk dengan baik. Tidak hanya itu, pesawat yang sedang diterbangkan juga diketahui akan tenggelam dalam waktu setidaknya 45 detik jika mereka mendarat di air. Dan, apabila pesawat tenggelam di lautan luas (meskipun kejadian ini sangat langka dewasa ini), seringkali tidak akan ditemukan lagi. Ini benar adanya bahkan sampai saat ini, meskipun ada peningkatan teknologi pesawat dan metode pencarian-penyelamatan. Misalnya, hanya ada sejumlah puing kecil dari pesawat Malaysia Airlines MH370, yang hilang pada tahun 2014, bisa ditemukan. Meninggalkan mitos lama Saat ini, pesawat besar sering melintasi Segitiga Bermuda dan tidak ada yang menghilang. Kita pun bisa melacak penerbangan di area tersebut langsung secara daring. Faktanya, dari pertengahan 1940 hingga 1980-an, lebih banyak pesawat kecil yang jatuh di daratan AS dibandingkan di Segitiga Bermuda. Namun, karena mereka jatuh di daratan dan puing-puing pesawat bisa ditemukan maka tidak dianggap misterius. Lebih lanjut, jumlah kapal dan pesawat yang dilaporkan hilang di kawasan Segitiga Bermuda tidak jauh lebih besar dibandingkan di area laut lain. Terkadang, ketika sebuah peristiwa sulit dijelaskan, kita akan lebih tergoda untuk mengatakan disebabkan oleh aktivitas paranormal atau supranatural. Tapi, jika 1.000 pesawat terbang melalui Segitiga Bermuda dan kita bisa menjelaskan apa yang terjadi pada 990 pesawat, apakah 10 yang lain harus kita sebut sebagai kasus supranatural? Tidak. Hal yang dapat kita katakan adalah kita tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi dan kita harus mencoba untuk mempelajarinya lebih lanjut. Kadang, ketika kita belajar lebih lagi, misteri tersebut akan terungkap Misteri segitiga bermuda terpecahkan setelah makhluk 'menakutkan' ditemukan 3.000m di bawah air Daerah sekitar yang disebut segitiga ini adalah salah satu jalur pelayaran yang paling banyak dilalui di dunia, dengan kapal-kapal yang sering melewatinya menuju pelabuhan di Amerika, Eropa dan kepulauan Karibia. Budaya populer telah menghubungkan berbagai penghilangan dengan paranormal atau bahkan semacam monster laut kolosal, tetapi para ahli mengabaikan teori-teori liar ini. Salah satu aspek yang membingungkan para ahli biologi kelautan selama bertahun-tahun adalah sejumlah tanda aneh yang terlihat pada makhluk di kedalaman, tetapi 'Hiu Segitiga Bermuda' National Geographic mengungkapkan bagaimana misteri itu terungkap. Dr Austin Gallagher curiga bahwa hiu macan yang sulit ditangkap bernama Mabel mungkin sering mengunjungi Lidah Laut parit bawah air yang curam kurang dari satu mil jauhnya dari Pulau Rose merupakan salah satu penyebab misteri yang terjadi di segitiga bermuda. Tim tersebut telah melacak hiu tersebut selama beberapa waktu dengan harapan dapat membuat terobosan atas tanda-tanda aneh tersebut. “Lidah Lautan turun tajam hanya setengah mil atau lebih lepas pantai. Dari sekitar 30 kaki menjadi 300 menjadi ribuan dengan sangat cepat. Kami benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di parit yang dalam di sini," ujarnya dilansir dari Express.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN