"Bagaimana dengan penyelidikannya, Sir?" Tom duduk di meja kerjanya. Ia memutar kursi dengan roda-roda di bawahnya, sembari memainkan ujung pena yang dapat ditekan. Beberapa waktu sampai akhirnya gerakannya terhenti dan wajahnya kini berpaling kepada sang lawan bicara yang menunggunya dengan sabar. Ada Paul di sana, berdiri dengan tubuh tegak dan ekspresi dingin bak batu es yang baru saja dikeluarkan dari lemari pendingin. Ia terdengar penasaran tapi rautnya tak menampilkan hal sama. Mungkin pertanyaan yang dilemparkannya tadi hanyalah basa basi belaka. Sekadar formalitas antara sang bawahan kepada atasan yang sudah kelelahan karena bekerja keras selama belakangan ini. "Mereka sudah memakamkannya pagi ini," kata Tom pada akhirnya. Paul mengangguk untuk selanjutnya bergerak m

