Bab 17. Debar yang Mulai Tumbuh

1019 Kata

“Ah, untung aja Bapak masih di sana tadi. Kalau enggak pasti aku udah dibawa pergi sama Hans,” ucap Vivian tenang usai mobil itu dikendarai sopir meninggalkan area rumah sakit. “Iya, Bu. Tadi, Pak Ethan minta saya untuk nunggu Bu Vivian sampai selesai.” Vivian terdiam mendengar ucapan dari sang sopir. Nama Ethan kembali bergaung menjadi penolong tanpa ia minta.Walaupun Vivian tahu, Ethan tak mungkin melakukannya secara cuma-cuma. “Oh, begitu,” ucapnya lirih. Wanita itu menunduk. Terdiam karena entah apa yang akan Ethan lakukan padanya setelah ini. Vivian tahu, bagi Ethan semuanya tidaklah gratis. Ia bahkan sudah menukar harga dirinya.Entah apa lagi kali ini. Vivian mengusap pergelangan tangannya yang memerah karena cengkeraman Hans tadi. Ia tak menyangka jika orang yang pernah sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN