24

1247 Kata
We fall in love with people we can't have -Valerie Valentine Darron- **** Valeri merebahkan tubuhnya yang remuk karena diajak jalan-jalan seharian. Valeri tersenyum senang karena ia ternyata cocok dengan tante Cristabelle. Mereka tadi berjalan-jalan selama kurang lebih 7 jam di dalam mall. Valeri tersenyum geli mengingat raut wajah Jason yang sudah sangat cape. Apa lagi ia yang membawa semua belanjaan yang di beli mamanya. Jason pasti sangat kapok untuk ikut berbelanja bersama para wanita lagi. Mengingat ia menggerutu sepanjang jalan. Sebenarnya, kaki Valeri juga sudah pegal-pegal tadi saat di Mall. Namun ia tak tega memberitahu mama Jason yang tampak sangat antusias melihat barang-barang keluaran baru. Flashback. Jason menggerutu melihat belanjaan Mamanya yang sudah lebih dari sepuluh kantong. Dan yang lebih parahnya lagi, ia di paksa untuk memegangi seluruh belanjaan ini sampai Mommynya selesai belanja. Bukankah ini namanya penyiksaan terhadap anak? Jason menghela nafas dan melirik ke arah Valeri dan Mamanya yang tengah tersenyum lebar sambil bercengkrama. Kedua wanita itu sedari tadi sudah mendatangi hampir ke seluruh toko di Mall ini. Jason menggerutu lagi ketika tangannya serasa keram karena terus-terusan membawa belanjaan ini. Ini sudah 7 jam mereka berkeliling. Dan tampaknya Mamanya sama sekali tak kehilangan rasa antusiasnya. Jason jadi kasihan dengan Valeri. Pastilah gadis itu lelah karena berkeliling terus sedaritadi. "Mom, apa kita belum mau pulang?Aku lelah membawa semua ini"Gerutu Jason pada Cristabelle. Cristabelle mendengus sambil menatap anaknya, "Sebentar lagi. Mommy harus membeli beberapa barang lagi" Jason memutar bola matanya, "Mom kau sudah bilang itu 5x sejak beberapa jam yang lalu"Gerutu Jason sebal. Valeri tersenyum kecil melihat Jason yang kesal. Ia mendekati lelaki itu dan mengambil beberapa belanjaan yang berada di tangan Jason. "Apa yang kau lakukan?"Tanya Jason binggung karena Valeri tiba-tiba mengambil belanjaan yang ada di tangannya. "Tentu saja membantumu, Boss. Kan ini berat, aku tak tega membiarkanmu membawanya sendirian" Jason tersenyum lebar sambil menatap Valeri. Entah kenapa ia merasa gemas sekali dengan tingkah Valeri yang seperti ini. Tiba-tiba, Jason mengambil lagi belanjaan yang di ada di tangan Valeri, membuat gadis itu kebingungan karenanya. "Kok diambil lagi, Boss?"Ucap Valeri binggung. Jason menggeleng, "Aku bisa membawa semua ini sendiri. Aku ini lelaki kuat tahu" Ucap Jason membanggakan dirinya sambil tersenyum, lalu ia melirik kaki Valeri sambil meringis. "Kau pasti pegal ya karena menemani Mommy belanja."Ucap Jason yang langsung dibalas gelengan oleh Valeri "Tidak, aku senang bersama dengannya. Sudah lama aku tidak shopping dengan Mommy-ku. Aku jadi ingat padanya setelah kejadian ini." "Benar, kau sudah jarang menemui orang tuamu belakangan ini. Apa itu semua karena aku?"Tanya Jason sedikit merasa bersalah. "Tidak. Bukan begitu boss, hanya saja aku tak sempat mengajak Mommy-ku jalan-jalan."Ucap Valeri seraya menunduk sedih. Jason mengelus kepala Valeri sambil tersenyum, "Jangan bersedih seperti itu. Aku yakin Mommy mu mengerti kesibukanmu." Valeri mengangguk dan tersenyum, "Aku harap juga begitu" Cristabelle yang sedaritadi mengamati Jason dan Valeripun mengernyit melihat interaksi kedua insan itu. Mereka tampaknya saling peduli dan saling menjaga. Cristabelle belum pernah melihat Jason sedekat itu dengan siapapun, termasuk pada Sanna, tunangannya sendiri. Lalu apa ini? Apa jangan-jangan mereka saling menyukai? Cristabelle melangkahkan kakinya, mendekati kedua insan itu. "Sedang membicarakan apa?"Tanya Cristabelle yang tiba-tiba muncul. "Tidak kok Mom. Bukan apa-apa."Elak Jason sambil melepas elusan tangannya dari kepala Valer dengan canggung. Lelaki itu langsung melirik jam tangannya lalu kembali menatap Mamanya. "Ayo pulang Mom, Daddy pasti sudah pulang dari kantor."Ucap Jason mengingatkan. Cristabelle menghela nafas melihat anaknya yang terus-terusan merengek untuk pulang. Cristabelle bahkan belum merasa puas berbelanja. Ia masih ingin membeli beberapa barang lagi. Namun apa yang Jason katakan benar. Bisa-bisa Kevin mengamuk kalau tau Cristabelle mengajak Jason belanja seharian. "Baiklah, kita pulang."Ucap Cristabelle yang membuat kedua manusia di depannya menghela nafas lega. Akhirnyaa... Mereka bertigapun berjalan keluar dari Mall dan segera masuk ke dalam mobil sebelum kembali kerumah masing-masing. End of flashback. Tampaknya tante Cristabelle sudah berbelanja ratusaan juta hari ini, mengingat ia membeli banyak barang yang mahal. "Haah~"Ucap Valeri menghela nafas. Ia senang Jason akan kembali besok, karena ia sangat bosan tanpa Jason disini. Valeri menutup matanya dan berusaha merilekskan badannya yang pegal-pegal semua sebelum masuk ke alam bawah sadarnya. **** Jason tersenyum senang sambil mengangkat kopernya. Ia akan pulang hari ini! Semalam Jason sangat kelelahan sampai-sampai ia langsung tertidur. Tangannya sakit semua karena mengangkat banyak beban berat untuk waktu yang lama. Ahh, memang mamanya itu luar biasa. Entah apa saja yang ia beli sampai-sampai belanjaannya sangat berat. Tapi Jason bersyukur ia mengajak Valeri kemarin karena tampaknya Valeri dan Mamanya sangat cocok bersama. Mamanya bahkan bilang kemarin, kalau ia sangat menyukai Valeri. "Jason, kau tidak sarapan?"Tanya Cristabelle menghampiri Jason yang tengah melamun. Jason menggeleng, "Tak usah Mom. Aku akan sarapan di mansion saja." Cristabelle terkejut mendengar perkataan Jason, "Kau tidak tinggal di apartment mu lagi? Tumben sekali kau mau tinggal di mansion itu?"Tanya Cristabelle heran karena biasanya Jason mengeluh mengenai mansion yang sangat besar untuk di tinggali seorang diri. Jason tergagap, astaga ia keceplosan, "Ehr kemarin-kemarin aku capek banget jadi aku gak pulang ke apartment melainkan ke mansion. Lalu jadi kebiasaan."Elak Jason. Cristabelle hanya mengangguk-angguk mengerti, "Oh iya, kau tahu dimana Valeri tinggal? Aku ingin mengajaknya shopping kapan-kapan" Jason menatapi Mamanya lama sebelum menjawab, "Aku tidak mau memberitahumu Mom. Jangan ajak Valeri shopping selama kemarin Mom, dia bisa ke capean"Ucap Jason memperingatkan. Cristabelle menaikan alisnya sebelah, "Kenapa kau begitu perduli dengan Valeri Jason? Kau tak pernah begini sebelumnya. Dan aku sudah mencium hal yang aneh pada kalian berdua sejak kemarin." "Ap-apa maksudmu Mom? Kau salah sangka"Elak Jason lagi. Namun Cristabelle tetap keukeuh menatap Jason lekat. "Katakanlah yang sejujurnya, kau pacaran ya sama Valeri?"Tanya Cristabelle serius. Jason menggeleng, "Tidak Mom, tidak seperti itu." "Lantas kenapa kau begitu perhatian padanya? Dan lagi aku juga melihatnya kemarin,  tatapan Valeri padamu tampak berbeda meski dia dapat menyembunyikannya dengan baik. Jadi jujurlah padaku Jason James Heilton "Ucap Cristabelle sambil menatap putra laki-lakinya itu tajam. Jason menghela nafas, "Baiklah-baiklah. Aku akan jujur. " "Bagus.."Jawab Cristabelle. "Aku.. memang.. menyukainya.. aku rasa?"Gumam Jason ragu. Cristabelle terus saja menatapi Jason seakan menunggu kelanjutan dari perkataan Jason. "Iya iya, aku menyukainya Mom, dan dia juga menyukaiku. Tapi karena aku akan bertunangan 3hari lagi maka kami hanya bisa berhubungan sebatas ini"Ucap Jason pada akhirnya. Ia merasa sangat frustasi ketika mengingat soal pertunangannya. Cristabelle tampak mengangguk-anggukan kepalanya, "Aku juga menyukai Valeri, dia gadis yang manis dan memiliki selera yang sama denganku"Ucap Cristabelle pelan lalu ia menghela nafas, "Kau seharusnya menolak perjodohan itu sejak awal jika kau tak mau, Jason. Kalau kau diam saja, kami tak akan tahu apa yang kau rasakan." Jason mendengus, "Mana bisa aku membatalkan perjodohan ini jika Daddy sangat antusias akan hal itu, Mom. Aku tak mau menghancurkan persahabatan Daddy dan Mr. Harry."Jelas Jason. Cristabelle memegang pipi Jason, lalu ia mengelus pipi anaknya itu, "Jadi kau mau bagaimana? Kau mau melepaskan Valeri dan menikah dengan Sanna? Apa kau yakin kau bisa melakukannya?" Jason menggeleng lemah, "Tentu aku tak bisa melakukannya. Tapi aku sedang mencari cara Mom. Aku sedang mencari kelemahan Sanna yang bisa ku manfaatkan agar wanita itu dapat pergi dengan sendirinya tanpa harus di usir." Cristabelle memeluk Jason erat lalu berbisik, "Hati-hatilah Nak, aku kenal Helena sejak lama. Sifatnya tidak terlalu bagus. Mungkin saja hal itu bisa menurun ke Sanna" Jason mengangguk, menyetujui hal itu. Memang benar, sifat itu menurun murni pada Sanna. Jelas sekali sifat mereka sama. Jason menghela nafas, ia lelah dengan berbagai macam pikiran mengenai pertunangan namun ia cukup senang karena ternyata Mamanya bisa mengerti dirinya. Jason kira Cristabelle akan memarahinya ketika mengetahui tentang Valeri. Namun ternyata tidak. Mamanya memang baik. Jason sangat bersyukur punya Cristabelle sabagai Mamanya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN