I'm addicted to the way i feel
when i'm thinking about you
-Jason James Heilton-
****
Jason melambaikan tangannya ketika melihat sosok Valeri yang tengah berada di pintu masuk. Namun tampaknya Valeri tengah melamun sampai-sampai ia tak sadar kalau Jason melambai padanya.
"Itu ya orangnya?"Tanya Cristabelle pada Jason yang tengah tersenyum lebar, seakan sangat senang bertemu dengan sekertarisnya.
Jason mengangguk, "Ayo, Mom"Ucap Jason sambil menarik tangan Cristabelle.
Mereka berdua berjalan menghampiri Valeri yang tampak masih melamun.
"Hei"Ucap Jason ketika sudah berdiri di depan Valeri. Valeri tersentak lalu tersenyum malu ketika mendapati Ibunya Jason tengah tersenyum hangat padanya.
"Hai. Valeri ya? "Sapa Cristabelle hangat.
Valeri terpana dengan kecantikan Cristabelle yang masih sangat awet seakan kecantikannya tak termakan usia.
"I-iya, Tante"Ucap Valeri sopan.
Cristabelle tersenyum, "Kau sepertinya anak yang manis ya. Aku harap kita bisa berteman."
Valeri tersenyum kecil lalu mengangguk "Iya Tante. Aku juga harap begitu."
Setelah berbincang sejenak, mereka pun masuk ke dalam mall. Mata Cristabelle berkilau ketika melihat sebuah sepatu yang dipajang di etalase salah satu toko.
"Tante juga suka pake heels merk Christian Louboutin?"Tanya Valeri setelah mengamati heels itu beberapa saat. Valeri memang tidak terlalu bisa memakai heels. Tapi ia tahu merk-merk heels itu karena ia juga sering menemani mamanya belanja.
"Iya! Desain sepatunya bagus banget."Ucap Cristabelle berapi-api. Ia langsung memasuki toko itu dan mencoba heels yang ia lihat tadi.
"Cantik tidak?"Tanyanya sambil berjalan ke arah Jason dan Valeri. Jason mengernyit binggung melihat heels yang mamanya pakai. Itu tinggi sekali. Mungkin sekitar 12cm?
"Wahh, cantik sekali! Warnanya juga bagus di kaki tante. "Puji Valeri yang membuat pipi Cristabelle bersemu merah.
"Benarkah? Kalau begitu aku harus membeli yang ini."Ucap Cristabelle sambil melepas heelsnya dan memberinya pada penjaga toko.
"Apa itu tak terlalu tinggi Mom? Lagipula untuk apa kau membeli heels?"Celetuk Jason yang sedaritadi diam.
Cristabelle menatap sebal pada anaknya, "Tentu saja tidak. Kau anggap aku sudah tua ya, Jason? Mamamu ini masih muda tahu, benarkan Valeri?"
Valeri mengangguk setuju, "Tentu saja, kau masih sangat cantik tante"Puji Valeri lagi yang membuat Cristabelle kembali merona.
"Aku akan memakainya untuk acara anniversary JYS Crop yang ke 35 tahun"Ucap Cristabelle senang.
"Ah iya, aku lupa soal acara itu"Gumam Jason pelan. Ia sangat malas untuk mengikuti acara dengan banyak orang seperti itu.
"Nanti kau harus datang ya Valeri."Ucap Cristabelle sambil tersenyum. Valeri membalas senyuman itu, "Acaranya memangnya kapan tante?"
"Hum masih lama sih, sekitar 2bulan lagi."Gumam Cristabelle.
Valeri mengangguk,"Baiklah aku akan datang"Ucap Valeri seraya tersenyum.
Cristabelle tersenyum senang, lalu ia pun bangkit dari tempat duduknya dan melihat-lihat heels lain. Ia melirik ke arah Valeri yang tampak diam saja dari tadi.
"Kau tidak mau melihat-lihat heels Valeri?"Tanya Cristabelle binggung.
Valeri menggeleng, "Tidak tante. Aku tidak bisa pakai heels."Ucap Valeri malu.
Cristabelle membelak, "Hah? Tapi kok kamu bisa tahu merk-merk heels yang bagus?"
Valeri tersenyum, "Ah, itu karena aku suka dunia fashion. Aku juga sering menemani mamaku belanja. Seleranya persis seperti tante."
Jason terkekeh mengingat Valeri yang jatuh menimpanya waktu pertama kali masuk. Waktu itu Valeri mengenakan heels pendek. Namun gadis itu masih saja jatuh.
"Benarkah?Berarti lain kali aku harus bertemu mamamu. Akan asyik jika ada teman shopping selain Alena karena Alena akan kembali ke London 1bulan lagi"Ucap Cristabelle sambil menatap Valeri, "Kau kenal Alena tidak?"
Valeri mengangguk,"Alena adalah teman masa kecilku waktu di panti tante."
"Hah?"Ucap Cristabelle terkejut. Ia sama sekali tak menyangka kalau Valeri dari panti asuhan itu juga.
"Kau anak panti asuhan itu juga?"Tanya Cristabelle binggung.
Valeri mengangguk, "Iya, tapi saya sudah di adopsi terlebih dahulu sebelum Alena."
"Oh begitu"Ucap Cristabelle pelan. Ia agak bersimpati dengan Valeri. Pasti ia merasa sedih karena tidak memiliki orang tua kandung.
"Ini belanjaannya, Ibu"Ucap penjaga toko itu sambil memberi bungkusan berisi sepatu yang tadi Cristabelle beli.
Cristabelle mengeluarkan kartu goldnya dan menyerahkannya pada penjaga toko itu.
"Semuanya jadi 15.550.000 ya."Ucap Penjaga itu sambil menyebut harga sepatu yang baru Cristabelle beli. Cristabelle mengangguk dan setelah selesai ia mengambil kartunya serta belanjaannya lalu keluar dari toko itu.
"Jadi kau biasanya suka berbelanja apa?"Tanya Cristabelle saat sudah di luar toko.
"Aku suka berbelanja tas, Tante. Meski aku jarang memakainya karena tidak ada acara tapi aku suka koleksi tas bermerk."Ucap Valeri.
"Benarkah? Tas merk apa yang biasanya kau beli?"
"Aku punya banyak merk, dari mulai gucci, prada, hermes, dan channel"Ucap Valeri.
"Wah! Aku juga suka merk-merk itu. Biasanya mereka mengeluarkan tas bagus dengan harga sebanding. Ayo kita cari yang keluaran terbaru."Ucap Cristabelle bersemangat sambil menarik tangan Valeri.
Jason geleng-geleng melihat kelakuan Ibunya yang tampak mirip seperti Valeri. Sama-sama kenakan. Tapi Jason juga senang, karena sepertinya mereka berdua akan cocok.
****
Billy tidak bisa berhenti memikirkan Valeri. Kemarin, ia bertanya pada Mamanya soal Valeri. Dan Billy baru tahu kalau Valeri sudah bekerja di tempat Jason sejak minggu lalu.
Ia menggeram kesal. Andai saja perusahaan Count Company tidak mengalami masalah, pasti Valeri sudah bekerja disini dan tidak bekerja dengan si Jason itu.
Jason itu tampan. Well, Billy mengakui hal itu. Tapi bukan berarti Billy menyukainya. Jason tampak terlihat seperti playboy kelas dingin. Ia itu bagaikan serigala yang berniat bermain-main dulu dengan mangsanya sebelum memakannya hidup-hidup.
Dan Billy tak mau Valeri jadi korban atas pesona Jason. Billy tak bisa membiarkan Valeri menyukai Jason..
Bagaimana ia bisa melihat orang yang ia cintai sejak dulu, jatuh cinta dengan orang lain tepat di depan matanya?
"Hah"Gerutu Billy kesal. Ia kemarin mengajak Valeri bertemu untuk bertanya mengenai perasaan Valeri sebenarnya. Ia ingin meminta penjelasan mengapa Valeri bisa bersama Jason kemarin di taman bermain. Mengenakan bando couple pula.
Billy saat itu sangat kesal sampai-sampai ia diam saja saat Sarah menariknya pergi menjauh. Ia harus segera menemui Valeri. Sebelum semuanya terlambat.
***