" Kamu yang egois,kasihan Adit kalau begitu." ucapan yang membuat perempuan dengan sang buah hati menatap tajam pada pemilik suara tersebut. " Mama kok belain si Adit,Nesya ini anak mama." Jawabnya tidak terima. " Kamu memang anak mama,karena itu mama sekarang lagi belain kamu." Vani mengambil cucunya dari tangan Nesya. " Kalimat belanya dimana,nggak kedengeran sama sekali." " Adit itu butuh istri buat ngurusin dirinya,apa - apa seharusnya kamu yang bantuin,kalau kamu di sini siapa yang ngurusin?" Nesya menghela nafas dalam,lalu menghidupkan TV yang ada di ruang tamu." Anes nggak kuat ma tinggal di sana,tersiksa batin." Vani terdiam beberapa saat,menatap wajah Nesya yang sudah berubah memerah.Terlihat aura kesedihan yang selama ini di sembunyikan. " Ya udah nanti mama yang bicarain

