Bab 19

1172 Kata

‘Sejak kapan dia ada di sini?’ Hatinya bertanya dengan was-was. Sedetik kemudian, setelah menyadari kalau yang ada di dalam hati tidak boleh terlihat oleh pria di depannya ini, dia pun memaksakan bibirnya untuk tersenyum meskipun hanya samar. "Eh, Mas Hakim. Pria tadi itu yang mengurus sertifikat tanah panti asuhan." Hakim tampaknya tidak begitu percaya dengan jawaban Najma. "Oya?" Kalau tadi Najma harus memaksakan diri untuk tersenyum, kali ini dia harus memaksakan diri untuk tertawa. “Apaan sih? Kok kesannya tidak percaya begitu ya? Memangnya yang ada di pikiran Mas Hakim pria itu siapa? Pacar aku? Atau sugar daddy-ku?” Namun di detik berikutnya dia meralat ucapannya sendiri. “Eh, nggak pantaslah dia jadi sugar daddy. Orang masih muda lagi. Masih bujangan.” Jawaban santai Najma barusa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN