Kena Omel Dosen

1021 Kata

Mereka pun menuju ke ruang administrasi bengkel di bagian depan rumah. Ruang administrasi itu luas, dan ada dua karyawan perempuan di dalamnya. Bengkel keluarga Alshad ternyata begitu besar dan tertata, juga terkonsep dengan baik. Mereka sudah sesukses ini. Pantas saja Alshad begitu sedih jika saja rumah dan sekaligus tempat usaha ini pada akhirnya harus digusur. Ingin rasanya menolak. Tapi mau bagaimana lagi. Itu sudah kebijakan pemerintah setempat, untuk memaksimalkan pembangunan di kota mereka. Supaya segera memiliki bandara dan juga jalan tol. Meski ditukar dengan sejumlah uang yang tidak sedikit, tapi tetap saja, kenangan yang ada di rumah itu, selamanya tak akan bisa digantikan oleh nilai rupiah sebanyak apa pun. "Pak, ini teman aku mau pamit." Alshad langsung bicara saja pada san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN