Samran sesekali menatap Sora di sebelahnya. Wanita itu menatap layar ponsel. Entah sibuk apa. Mungkin sedang mengurus novel-novel miliknya. Samran tadi sebenarnya sudah punya rencana. Sepulang dari mengantarkan uang Romi, ia akan mengajak Sora untuk makan siang di salah satu cafe yang sedang hits. Sekalian nongkrong. Supaya seperti anak muda pada umumnya. Tapi tadi qodarullah, mereka sudah dapat rezeki makan siang di rumah Mas Khairul. Sekarang mereka sudah sama-sama kenyang. Pasti Sora tidak mau diajak makan siang lagi. Uhm ... bisa sih jika Samran mengajaknya bukan dengan embel-embel makan siang. Tapi dengan mengatakan ngopi. Sayangnya ini sudah menjelang sore. Sora pasti menolak ajakannya, karena ia harus kuliah. Kalau Samran jadi Sora, ia akan lebih memilih bolos. Lebih memilih non

