"Kenapa, sih, Mbak? Siapa tadi yang telepon?" tanya Bu Rahma yang baru muncul. Ibu Sora itu baru saja keluar untuk mencari tahu harga cuci karpet. Dibandingkan dengan penjual jasa serupa. Akan dipilih jasa cuci yang paling murah. "Samran yang telepon. Tapi ternyata yang mau ngomong sama aku Bu Harumi." Sora menjawab masih dengan senyum yang awet bak diberi formalin. Bu Rahma penasaran. Agak deg-degan karena yang mau bicara ternyata adalah sang calon besan. Tapi perasaan tak enaknya tidak terlalu dominan. Karena melihat senyum di wajah Sora yang berseri-seri. "Tumben kok Bu Harumi yang pengin ngobrol sama kamu?" tanya Bu Rahma akhirnya. "Kangen katanya. Hehe. Sama itu, ngasih tahu. Kalau Samran besok mau jemput aku ke sini. Mau diajak beli cincin lamaran ke toko emas." Sora menjelaskan

