"Aku pikir kamu sudah berubah pikiran setelah ciuman kita sore itu?" ucap Resti, berbicara pada Alan yang terlihat mengepalkan tangannya kuat. “Resti, lebih baik kamu pergi dari rumah saya,” usir Alan, ia tak mau amarahnya meluap dan mungkin saja malah membuat suasana semakin kacau. Terlebih lagi, Alan mewanti-wanti keberadaan Resti yang bisa saja diketahui oleh istrinya, Reya. Namun, semua yang Alan cemaskan itu berujung pada kenyataan pahit. Faktanya, Reya sudah sejak tadi berdiri tak jauh darinya. Perempuan itu diam di balik sekat pembatas ruangan, menguping pembicaraan Resti dan Alan yang malah menjadi momok bagi batinnya. “Bu Resti,” sapa Reya. Ia memilih untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Walau sebenarnya kakinya terasa berat melangkah mendekati dua lawan jenis it

