Cemburunya Reya

1148 Kata

Reya terperangah melihat kamar Alan yang kata Bunda Nisa—dulu kamar itu sangat privasi, tidak ada satu orang pun yang diizinkan masuk oleh Alan, bahkan termasuk Bunda Nisa sendiri.   Saat mendengar cerita dari mertuanya itu, Reya pikir kamar suaminya mungkin seperti kapal pecah, atau mungkin sangat bau. Tapi, siapa yang menyangka kalau kamar Alan ternyata sangat rapi dan bersih, bahkan wangi Alan seolah menempel permanen di sana.   “Minggir,” ujar seseorang—Alan—dari arah belakang Reya. Pria itu kemudian masuk usai mendorong pelan tubuh istrinya yang menghalangi pintu kamar.   “Mas,” panggil Reya, ia ikut masuk ke dalam kamar tersebut, kemudian mendekati suaminya yang tampak sudah berbaring di atas ranjang medium size-nya.   “Mas Alan,” panggil Reya lagi, saat ia masih juga tak men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN